Empty…….

lonely

13-balloon-lonely-girl-sad

Feel empty… like there are holes in my heart that need to be filled

Feel no spirit.. need a guidance that can lead me to the light that can brighten me up

God, give me a sign, give me a clue, give me the easiness to help me getting through these all……

Ivy League vs. Community College

Ada yg tau apa itu Ivy League? Community college? Gw ga tau apa bedanya. Yg gw tau awalnya, universitas2 seperti Darthmouth, Yale, Brown itu sering disebut “ivy league”. Tapi , kenapa ya? Mari kita googling (hebat ya, betapa google sudah menjadi kata kerja?) ttg apa itu ivy league.

Nih, kata wikipedia gini…

Ivy League adalah sebuah asosiasi yang terdiri dari 8 universitas AS. Istilah “Ivy League” mempunyai konotasi kesempurnaan akademis dan elitisme akademis. Anggotanya juga sering disebut Ancient Eight (Delapan Sekolah Lama).

Seluruh anggotanya mempunyai ciri-ciri yang umum: mereka adalah universitas-universitas yang paling prestisius di AS dan hampir selalu berada di peringkat teratas dalam daftar universitas top AS; mereka juga adalah bagian dari universitas-universitas dengan pendapatan keuangan terbesar di dunia.

Selain itu, jumlah mahasiswa prasarjananya juga lumayan kecil di kedelapan universitas tersebut, antara 4.100 untuk Darmouth dan 13.700 untuk Cornell. Mereka semuanya berlokasi di sebelah timur laut AS dan kesemuanya didirikan pada zaman kolonial AS kecuali Cornell.

Anggota Ivy League semua merupakan universitas swasta, kecuali Cornell yang adalah setengah swasta.

Awal mulanya, dulu,  ivy league itu merupakan konferensi atletik yg melibatkan 8 institusi swasta tersebut. Nah, kenapa dari konferensi atletik istilah itu jadi dianalogikan dgn academic excellence, selectivity in admissions, and social elitism? Gw juga kurang ngerti. Mungkin karena gara2 konferensi atletik, siswa2 berprestasi jadi masuk ke universitas2 tersebut jadinya ya akademiknya pada bagus2. Gitu kali ya??? hehehe…

Nah, apakah 8 universitas itu? Kedelapan universitas itu adalah Universitas Brown, Columbia, Cornell, Darthmouth, Harvard, Pennsylvania, Princeton, dan Yale.

ivy_league_pennants_3480big

Nah,, setanggep gw, universitas2 selain ivy league itu disebutnya ya biasa aja,, yaitu community college. Gitu ceritanya….

Polemik Puyer..????

Akhir2 ini kalo gw setel berita, hampir selalu membahas masalah puyer. Pertama kali mendengar isu puyer itu di berita, gw malah bingung, “Puyer tuh yg kayak gimana sih? Gw pernah minum gak ya??”. Puyer itu yg bentuknya bubuk lalu dicairkan dengan air putih ya?? Atau gimana sih?? Kayaknya gw blom pernah deh minum puyer. Emang sebenernya puyer itu buat ngobatin apaan sih? Haha… bener2 parah ya gw. Yah, abisnya mendengar keamanan puyer dipertanyakan sekarang, mau gak mau gw jadi was-was donk, apakah gw pernah minum puyer sebelumnya atau tidak.

Pas kecil, paling2 gw sakitnya ya panas, flu, batuk, cacar juga pernah. Dan obatnya ya paling pil, kapsul, or sirup, tambah redoxon (waktu itu rumah sakitnya kayanya masih bermurah hati ngasih redoxon gitu, haha, sekarang mah enggak). Kalo diare, gw pernah minum obat bubuk oralit rasa jeruk, nah itu puyer bukan? Kayaknya bukan ya, soalnya itu kan ntar jadi minuman oralit pake wadah gelas, bukan pake sendok. Trus gw liat di TV, ada tampilan orang numbukin pil lalu kasih air dan diminumkan ke anak pake sendok. Itu namanya puyer?? Kalo gitu, apa bedanya ama pil biasa?? Kenapa disebut puyer?? Ngobatin puyeng yak?? Hahaha,, ngasal aja….

Maap ya, kurang begitu penting postingannya, abisnya gw penasaran puyer itu kayak gimana and buat ngobatin apa biasanya?? Hmm.. yg tau, kasih tau gw ya….  

Foto yang Aneh

Tadi baru aja ambil foto (pas foto) di Jonas.. Trus dengan ekspektasi yg tinggi thd hasil foto, gw mengeluarkan hasil2 pas fotonya.. Ekspresi saya?? Langsung kecewa… Ada yg aneh dgn fotonya (or ralat : dgn sayanya). Kok di foto itu saya terlihat ******** (gw sensor, malu ah, hehe). Lalu, gw menghampiri nadia yg menunggu di depan.

Nadia : udah cong?

Gw : udah, nad

Nadia : mana, coba liat…

Gw : aneh ah, nad…. kok gw terlihat aneh ya??

Gw pun menunjukkan ke nadia sekilas….

Nadia : ah, gak aneh kok cong…

Gw : hah,, gitu ya?? gw ngerasa ada yg aneh…

Kita pun pergi dari Jonas menuju kosan nadia. Sampe di kosan…

Nadia : coba cong, liat pas fotonya..

Gw : tadi kan udaaah..

Nadia : kan cuma sekilas..

Dan gw pun mengeluarkan lagi fotonya dari tas

Nadia : eh, iya, cong, kok aneh ya?? Kepalamu terlihat *******

Gw : Aaaaahhh…. nadiaaaaa… tuh kaaannn… Sial, kenapa lo jadi bilang gitu?? Jadi ill-feel… Hiks

Aarrgghh… memang sayanya yg aneh. Perasaan pas foto di Jonas sebelumnya gw ga ngerasa ada masalah. Kenapa sekarang jadi aneh?? Lalu, penasaran, kami pun membandingkan dgn foto gw yg lama.

Gw : liat deh nad,, anehan yg sekarang kan?

Nadia : iya, cong, mendingan yg dulu… ekspresinya juga bagusan yg dulu..

Yaah,,, yasudahlah… udah terlanjur foto,, hehehe…

Viva La Vida – Coldplay

Lagu ini enak bener didengernya… gak bosen2 gw muter lagunya berulang2…

VIVA LA VIDA by COLDPLAY

I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sweep alone
Sweep the streets I used to own

I used to roll the dice
Feel the fear in my enemies’ eyes
Listen as the crowd would sing:
“Now the old king is dead! Long live the king!”

One minute I held the key
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand

I hear Jerusalem bells a-ringing
Roman cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can’t explain
Once you know there was never
Never an honest word
That was when I ruled the world

It was a wicked and wild wind
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn’t believe what I’d become

Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh, who would ever wanna be king?

I hear Jerusalem bells a-ringing
Roman cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can’t explain
I know St. Peter won’t call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world

Ohh…

Hear Jerusalem bells a-ringing
Roman cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can’t explain
I know St. Peter won’t call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world

Ooh…

My Wishes

Ini keinginan2 yg sebenernya cukup tidak begitu penting, maksudnya keinginan yg bukan kebutuhan. Karena menurut pak Budi dosen SPP saya, tidak semua keinginan adalah kebutuhan kita,, hehehe,, betul kan??
Tapiii keinginan2 ini sudah lama ada dan hingga sekarang belum terlaksana juga. Apakah keinginan2 saya tersebut??

1. Saya ingin bisa main GITAR.. I’m Jason Mraz and John Mayer wanna be nih,, hehehe. Sudah niatan dari dulu mo nyari gitar bagus tapi murah (ada gak sih??) tapi gak tau dimana and blom sempet aj nyarinya. Berharap Sinta bersedia jadi guru gitar saya nantinya. Bertekad ini adalah barang yg pertama kali gw incar setelah gw lulus nanti.  Kalau gw beli sekarang2 ini, behhhh… bisa2 TA gw yg sekarang sdh terlalaikan jadi makin terlalaikan nih

2. I want to go to places I’v never been there before. Even Jogja sekalipun. Pengen backpacking gitu deh. Jelas ini baru bisa terlaksana setelah lulus nanti. Doakan bisa jadi!! Kalo udah kerja, punya uang sendiri, gw bertekad nabung supaya gw bisa backpacking keliling Eropa… uuuhh,,, my deepest dream place…

3. Saya ingin belajar fotografi lhooo.. Tapi, jelas gw harus punya kamera sendiri dulu (ada yg mau beliin?? hehe). Jadi kan klo ntar gw beneran jadi backpacking ke luar negeri jadi punya foto2 bagus, betulll??? Belajar dari siapa yak?? Mungkin Tia si gadis minang yg jago di segala bidang itu (tenis, akademis, catur, nari, dan fotografi). Oia, selain itu, gw berniat mo belajar make up sama Tia ini,, hahaha,, ajari daku, Ti…

4. Saya ingin belajar berenang. Percaya atau tidak, gw blom bisa renang. Padahal keliatannya renang itu mengenakkan. Not a litlle too late kan kalo baru mau belajar?? Hehehe…

Untuk sementara itu semua keinginan yg paling ingin saya laksanakan. Help me to make them all come true… hehehe…

Bagaikan Memilih Kucing dalam Karung

Yup, itulah yg akan saya rasakan ketika Pemilu Caleg April 2009 mendatang. Bagaimana saya bisa memilih caleg yg benar? Saya rasa, sekian orang memilih caleg yg diminati karena :

A.      Kenal dgn salah satu caleg (rekan / teman / sodara / ortu / tetangga / dll)

B.      Aktif terlibat dalam salah satu parpol, jadi bisa tau visi-misi setiap caleg yg terdaftar di partai masing2

C.      Money politics….. hmm, maybe?? Masih ada gak sih yg pake suap2an segala??

Nah, masalahnya adalah…. tiga2nya tdk mungkin jadi alasan saya. Saya tdk kenal dgn caleg manapun. Saya juga tdk aktif terlibat dalam parpol manapun. Lalu, apa yg akan menjadi landasan saya dalam memilih nanti? Hhh… jadi mempertanyakan,, apakah sistem pilih caleg scr langsung ini efektif atau tidak utk diterapkan di Indonesia saat ini??

Semalam saya nonton Metro TV yg kebetulan membahas kriteria2 caleg. Jadi, kriteria caleg yg sesuai itu ada tiga : integritas, kompetensi, empati. Integritas bisa diartikan jujur & dapat dipercaya alias amanah. Jelas, kriteria ini penting karena moral sebagian besar anggota dewan saat ini masih sangat patut utk dipertanyakan. Lalu, kompetensi, juga hrs mjd syarat caleg, karena menjadi anggota dewan itu tidak mudah, butuh kompetensi dan pengalaman utk bisa menyelesaikan persoalan2 di negeri ini. Terakhir, empati. Empati bisa diartikan memiliki perasaan senasib dgn rakyat. Nah, klo menurut survey Metro TV itu, 65% pemilih memilih INTEGRITAS sebagai kriteria paling penting yg harus dipenuhi. Kompetensi justru memperoleh polling terendah dari ketiga kriteria tersebut. Kenapa integritas? Kenapa tidak kompetensi? Pasti karena integritas menjadi persoalan utama yg ada di dewan kita saat ini. Banyak anggota DPR yg malah korupsi?? Anggota2 yg bahkan berasal dari partai yg berasaskan Islam? Sangat memalukan. Mungkin memang karena itu, masyarakat memilih integritas sebagai kriteria yg paling utama utk dipenuhi oleh setiap caleg.

Nah, sekarang, mana kita tau si A adalah caleg yg mengutamakan kejujuran di atas segalanya, yg kompeten mjd anggota dewan rakyat, dan yg empati dgn rakyatnya? Bingung ya?? Di sisi lain, MUI sudah mengharamkan utk jadi Golput. Jadi, mau gak mau hrs milih. Kembali ke awal, milih siapa? Menurut saya, sistem pemilu Indonesia saat ini mesti dikaji, dianalisis, dan disurvey ulang. Coba disurvey kpd masyarakat mengenai keefektifan pemilu, lalu rembugkan bersama2 bagaimana baiknya pemilu yg sesuai utk masyarakat Indonesia yg kondisinya seperti saat ini? Atau, jika tetap dgn sistem yg sekarang, pikirkan bagaimana caranya agar setiap caleg tersosialisasikan scr merata kpd setiap rakyat, sehingga rakyat bisa memilih caleg secara obyektif nantinya.