Segitiga Kemunafikan

Menurut Buya Hamka, penyebab kegagalan bangsa ini ada tiga, yaitu :

1. Lain yang dimaksud, lain yang ditulis

2. Lain yang ditulis, lain yang dikerjakan

3. Lain yang dikerjakan, lain yang dilaporkan

Hmm… Melihat 3 kalimat itu setelah mengikuti kuliah SPP hari ini, saya langsung berpendapat : benar-benar ciri khas bangsa kita. Heran bener knapa bisa begini nasib bangsa kita. Terpuruk dalam birokrasi yang payah. Memang, sesuatu yang berakar pada culture memang sangat sulit untuk diubah. Knowledge management saja tidak cukup utk mengatasinya. Kalau disimpulkan akarnya ada pada kejujuran diri kita sendiri, ya gak sih? Jadi, intinya, akhlak bangsa Indonesia itu sudah sangat sangat jelek kalo begini terus. Butuh pemimpin seperti apa ya, kira2 kita ini?

Ngomong2 soal pemimpin, mau gak mau jadi teringat dgn Pemilu yg akan diadakan tahun 2009 ini. Jeleknya akhlak bangsa ini bisa terlihat dari makin banyaknya partai2 baru yg berdiri. Kesimpulan yg saya tarik adalah : semua orang berlomba2 menjadi orang nomor 1 negeri ini. Padahal mereka belom tau apakah diri mereka pantas menjadi seorang pemimpin yg dapat mengangkat keterpurukan Indonesia. Coba lihatlah Amerika. Walaupun mereka menjunjung tinggi nilai demokrasi, tapi mereka tidak bernafsu membuat partai2 baru kan? Dari dulu, hanya ada 2 partai di negeri mereka, yaitu Demokrat dan Republik.

Melihat perbandingan antara Indonesia dan Amerika sering membuat saya tertawa. Semua orang berbondong2 menciptakan partai baru. Mereka mungkin beralaskan visi tiap partai berbeda, tapi padahal intinya pasti kan beberapa sama. Kalau memang beda visi, kenapa ada orang yg plin plan pindah2 partai? Awalnya ia bergabung di partai A, tapi begitu partai baru muncul (yg kemungkinan hanya jual figur saja), ia pindah ke partai baru itu. Apa tidak plin plan itu namanya? Kenapa mereka begitu nafsunya ingin jadi presiden? Saya ragu, niat mereka murni karena ingin memperbaiki bangsa ini. Kenapa sudah tau pernah gagal, ingin mencoba lagi mencalonkan diri? Apa itu bukan nafsu semata namanya? Apakah sudah berkaca diri dulu? Jika saya pernah gagal menjadi pemimpin sebelumnya, maka saya pasti merasa bahwa ada yg salah dgn diri saya. Bahwa rakyat mencari orang lain yg lebih baik dari saya. Sungguh moral bangsa ini benar2 patut dipertanyakan.

Hhh.. kalau pengen ngomel2 soal kondisi Indonesia saat ini, pasti akan sangat lama dan panjang. Jadi, ya sudah, mari kita berdoa untuk kebaikan bangsa ini. Berdoa semoga akan benar2 ada pemimpin yg benar2 berniat mengangkat keterpurukan kita. Semoga……

2 thoughts on “Segitiga Kemunafikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s