Garuda di Dadaku

Sudah lama rasanya saya tidak meng-update blog ini. Efek-efek TA mulai terasa. TA membuat saya tidak memiliki ide untuk saya tulis di blog ini. Tapi, di tengah-tengah kepenatan TA ini, saya sempatkan juga untuk nonton di bioskop buat refreshing.

Niatan awal, pengen banget nonton Transformer 2. Di Ciwalk XXI, sudah tersedia 5 studio dan 2 studio premierre yg menayangkan film ini. Tapi, siang2 aja, tiket yg tersisa hanya tinggal tiket untuk jam 10 malam! Parah gila. Karena memang pengen nonton banget, alhasil, saya dan teman2 nonton saja film “Garuda Di Dadaku”. Sebuah film baru Indonesia yang menurut orang bagus dan lucu.

Garuda Di Dadaku

Garuda Di Dadaku

Film ini memang bagus setelah saya tonton. Ide cerita bagus, alur bagus, bisa membuat tertawa dan juga terharu. Jadi, ceritanya ttg seorang anak yang berbakat dan senang sekali dgn olahraga sepak bola, namun keinginannya itu sulit terwujud karena kakeknya tidak ingin cucunya tsb menggeluti bidang sepak bola. Kakeknya itu benci sepak bola karena anaknya (ayah si anak) dulu pemain sepak bola, sempat minggat, kemudian cedera, lalu mati muda ketika menjadi supir taksi. Menurut sang kakek, menjadi pemain sepak bola di Indonesia tidak ada untungnya, hanya membawa kemelaratan.

Film seperti inilah yang seharusnya dibuat. Jangan film horor dan komedi porno yg ga mutu mulu. Film sejenis seperti film Garuda di Dadaku ini juga akan ada lagi. Bedanya, dalam film ini, ceritanya adalah olahraga bulu tangkis, berjudul KING. Melihat latar ceritanya, saya cukup tertarik untuk nonton. Semoga film2 seperti ini yang dapat dicontoh berikutnya…

Oiya, ada satu lagu bagus yang menjadi soundtrack dalam film Garuda Di Dadaku, judulnya “Rolling”, dinyanyikan oleh seorang penyanyi wanita baru bernama Ashila.

Rolling
by : Ashila

Hey kawan dengar lagu ini
Percaya mimpi dalam hati
Jangan kau takut dan berhenti
Jadilah pemberani
Nyanyikan lagu ini

Rolling 4x
Kejarlah semua mimpimu
Rolling 4x
Percaya suara hatimu

Hey kawan lihatlah ke depan
Disana harapan terbentang
Jangan pernah takut berjuan
Jadilah pemberani
nyanyikan lagu ini

Advertisements

Sinetron di Bioskop

Siapa bilang sinetron tidak bisa masuk bioskop? Buktinya, film X ini. Film yg diangkat dari novel terkenal karangan penulis terkenal pula. Fim yang mengambil syuting di luar negeri. Film yg sebagian besar diperankan oleh orang-orang baru. Yah, tau kan?

Dari bagian awal film, sudah bikin gw agak ill-feel. Adegan dimana orang2 makan di luar ruang dekat sungai. Yang aneh, aktor-aktornya terlihat terkena lighting cukup terang, dimana di belakang mereka jelas2 terlihat agak gelap (karena outdoor dan malam2), membuat kita berpikir adegan ini diambil di studio.

Jika liat alurnya, alurnya masih kurang bagus menurut saya. Di sinetron itu, dunia terlihat sempit sekali kan? Begitu pula dgn film ini. Benar2 sempit. Si wanita dan si pria yg tidak saling kenal di negeri sana, ternyata eh ternyata tinggal di kampung halaman yg sama. Mereka bertemu melalui adik si pria yg tiba2 kenal oleh si wanita. Membuat gw bisa nebak alur berikutnya gimana. Ketebak banget kan, gimana cara mereka ketemu nantinya? Dunia sinetron memang sesempit daun kelor!

Dari segi isi cerita, entah kenapa kurang bikin ngena di hati. Ada yg bilang di TV, bahwa film ini bagus krn menampilkan perjuangan si tokoh utama pria dalam mencari ilmu di negeri orang dengan jualan. Ah, tidak terlihat banget tuh perjuangan dia. Tidak membuat gw terharu sedikit pun. Yang bikin gw ber’gubrak’-ria adalah banyaknya merk sponsor yg disebutkan sebagai bagian dari skenario (bahkan disebut dalam isi sebuah surat, duuuhh gubrak bgt dengernya). Jadi terlihat seperti sinetron dgn bumbu iklan semata, tidak terlihat seperti kehidupan real.

Nah, selain ituuu… ada beberapa adegan yg tidak penting untuk dibuat. Ada adegan si adik ngambil uang di bank, semata hanya untuk kepentingan iklan sponsor. Lalu, adegan nyanyi2 di acara nikah orang (yg ternyata hanya imajinasi semata) yg seharusnya dihilangkan saja. Memang sih, sponsor berperan sangat penting dalam pembuatan film ini, secara budgetnya gede banget. Tapi, harusnya bisa dikemas dalam packaging yg lebih bagus. Ga harus diucapkan oleh si pemeran kan? Jadi gak kaya iklan banget.

Fokus cerita yang tidak fokus (fokus cerita kemana-mana, ga fokus ke cerita utama), kisah bbrp orang diceritakan juga padahal tidak ada sangkut-pautnya dgn pemeran utama, membuat gw melihat nih film bener2 kaya sinetron.

Lalu, jika kita liat ending filmnya, baru kali ini gw nonton film yg bersambung tapi pake nunjukin episode berikutnya gimana. Bener2 kaya sinetron kan? Biasanya mah klo to be continued, ya udah to be continued aja. Selain itu, ending dirasa tidak klimaks. Endingnya cuma adegan si pria sampe di bandara, disambut oleh sang adik yang nangis2 lebay.

Dari sekian kekurangan, cuma 1 kelebihannya. Yaitu tempat pengambilan shootingnya. Itu doank, tapi. Sisanya, sinetron banget. Jika di TV, ada penonton setelah keluar dari bioskop yg mengaku dia sampai menangis, gw juga menangis. Menangis dalam hati, karena menyia-nyiakan 15ribu gw dgn sgt percuma. Mending tunggu tayang di TV aja ini mah. Mending donlod aja ini mah. Ah, males lah nonton klo ada film keduanya ntar.

P.S : pemeran pria berinisial F (kependekan dari F*****), mirip banget ama wisnu ‘congli’ menurut gw… Hahahaha, pada setuju pastinya…

Untuk Temanku,

Mungkin memang sudah terlambat,
Yang lalu biarlah berlalu.
Mungkin memang ini kehendak Tuhan.
Tuhan ingin hamba-Nya belajar.
Belajar untuk mencintai,
Belajar untuk memberi kesempatan,
Belajar untuk tidak lagi mengulangi kebodohannya.

Mungkin saja, ini yang terbaik untuk keduanya.
Mungkin Tuhan ingin keduanya mendapatkan yang lebih baik lagi nantinya.

Hamba itu tahu, tidak ada gunanya menyesal.
Rasa sesal tidak dapat membuatnya kembali.
Hamba itu hanya bisa berharap,
Bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih indah untuknya..
Hanya tangan Tuhan yang dapat menyatukan kedua hamba-Nya kembali…

Dedicated to : my friend who has been a good listener and a good poetry writer…

Manusia Bodoh

Dipopulerkan oleh : ADA BAND

Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali

Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu

Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Belum cukup membendungnya

Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku

Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah

Try Try Try (by Jason Mraz)

T-R-Y
Oh baby we can fight like dogs we can fight like cats
A dirty laundry needs a laundry man
Maybe the king and the queen should lay off the caffeine
Baby breathe before you react

Sometimes we do forget to behave
And we regret what we say
Cause words are too weapons
If we don’t choose’em carefully
Ladies and gentlemen this is instrumental
If life’s to be a bed of roses

I know i gave you everything you like
Because you still give me butterflies

If we just try try try
Just to be ni-ni-nice
Then the world would be a better place for you and I
If we just live our lives
Putting our differences aside
Oh that would be so beautiful to me

Are we just dangling in the middle of a galaxy
Well i’m stoked on gravity
To be stuck with you like flowers on the dew drops
Now let it in my direction
My direction is up when everybody’s down
Cause i don’t mind being anybody’s clown
I love a little lift cause i‘m an optimistic
In an altruistic way

Cause basically this place is needing instruments of harmony
Spreading my philosophy of love and inspiration
Oh these words I speak I commit to like a crime
With a rhythm i deliver i’m giving them a picture
Of the reasons why

We should just try try try
Just to be ni-ni-nice
So the world could be a better place for you and I
If we just live our lives
Putting our differences aside
Oh that would be so beautiful to me

Well it wouldn’t cost a penny but could save so many lonely lives
From teary eyes
If we just try try try
To open up a can of understanding open up your heart
I’m just planting seeds
Cause i believe

We could just try try try
Just to be ni-ni-nice
So the world would be a better place for you and I
If we just live our lives
Putting our differences aside
Oh that would be so beautiful to me

If we could try, just to be nice
That could be so beautiful to me
I believe,
Oh that could be so beautiful to me

Oh ya? Masa sih?

Event 1 (suatu hari di kampus):

A : C, cari cowok gih. Udah tingkat akhir gini…
C : Emang knapa klo udah tingkat akhir?
A : Soalnya kalo dah kerja, lebih susah lagi dapet cowok
C : Masa sih???

Event 2 (suatu hari di sebuah Mall di Bandung):

B : C, lo punya kenalan cowok ga? Yang Chinese gitu…
C : Hmmm… siapa yaa??? Lo sendiri ?? Ada kenalan cowok juga gaak?? Hahahah…
B : Ada kok, banyak. Lo maunya yg kaya gimana?? Abisnya kita udah tingkat akhir nih…
C : Mang knapa?
B : Yaaa.. justru pas kuliah kita cari. Kata temen gw, pas kerja tuh lebih susah nyarinya…
C : ????

Catatan : si A dan si B independen. Maksudnya si B tidak memperoleh informasi dari si A, gitu. Tapi gw ga tau ya, apakah A dan B memperoleh informasi dari sumber yg sama apa enggak. Hehe…

Soal teori bahwa ”ketika kerja susah dapet jodoh”, gw bingung mo komen apaan. Ntar deh, klo sempet gw adakan survey. Dari sekian pasangan, berapa persen yg memperoleh pasangannya sewaktu kuliah, dan berapa persen sisanya yg memperoleh pasangannya justru di tempat kerja. Atau, jangan-jangan sudah ada lembaga survey yang memiliki hasilnya sehingga anak2 pada ngomong begitu. Weleh-weleh, ga tau deh. Hehehe…

Pursuit of H.A.P.P.I.N.E.S.S

Setiap orang berhak merasakan kebahagiaan.
Setiap orang memimpikan kebahagiaan yg berlimpah.
Setiap orang mencari kebahagiaan itu.

Tapi,
Apakah kebahagiaan itu tahu, bahwa dirinya sedang dicari?
Apakah dia memberikan petunjuk buat kita agar kita dapat menemukannya?
Jika ya, dimana petunjuk-petunjuk itu?

Kata orang,
kebahagiaan akan datang dengan cara dan waktu yg tak terduga.
Tapi kapan?
Tidak tahukah ia, bahwa ada orang yg lelah menantinya datang?
Lelah karena terus menunggu dan mereka-reka kapan dan bagaimana kebahagiaan itu akan mendatanginya.
Orang itu juga bertanya-tanya, kenapa kebahagiaan hampir selalu mendatangi orang lain terlebih dahulu dibanding dirinya?
Ia tidak rela, jika orang lain yg terus mendapatkan kebahagiaan yg seharusnya ia mampu untuk miliki juga.
Kapan orang tersebut punya kesempatan?

Dan orang tersebut pun hanya punya satu pilihan…
Sabar…
Sabar, berdoa, dan terus berusaha.
Ia harus yakin di dalam hatinya, bahwa Allah Maha Pemberi..
Allah Maha Penyayang..
Ia harus yakin bahwa,
Jika kita menyayangi orang lain,
maka orang lain pun akan menyayangi kita.
Dan jika kita berusaha dengan hati yg penuh keikhlasan untuk selalu membuat orang2 lain bahagia,
Maka, kebahagiaan itu akan segera menghampirinya sebagai imbalannya…
Ya, ia harus yakin itu!