Untuk Temanku,

Mungkin memang sudah terlambat,
Yang lalu biarlah berlalu.
Mungkin memang ini kehendak Tuhan.
Tuhan ingin hamba-Nya belajar.
Belajar untuk mencintai,
Belajar untuk memberi kesempatan,
Belajar untuk tidak lagi mengulangi kebodohannya.

Mungkin saja, ini yang terbaik untuk keduanya.
Mungkin Tuhan ingin keduanya mendapatkan yang lebih baik lagi nantinya.

Hamba itu tahu, tidak ada gunanya menyesal.
Rasa sesal tidak dapat membuatnya kembali.
Hamba itu hanya bisa berharap,
Bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih indah untuknya..
Hanya tangan Tuhan yang dapat menyatukan kedua hamba-Nya kembali…

Dedicated to : my friend who has been a good listener and a good poetry writer…

2 thoughts on “Untuk Temanku,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s