Uniquely Balikpapan

Banyak orang salah kira. Masih banyak orang mengira bahwa ibukota kalimantan timur adalah balikpapan, bukan samarinda. Padahal, yg sebenarnya adalah sebaliknya. Ibukota kaltim itu ya samarinda. Kenapa begitu? Karena di balikpapan ada bandara Sepinggan. Di samarinda ada juga bandara sih, tapi hanya untuk penerbangan2 perintis saja. Jadi, kalo mau ke samarinda, ya harus ke balikpapan dulu. Lalu, selain ada bandara, balikpapan juga terletak di pinggir laut. Otomatis, karena ada pelabuhan itu, balikpapan pasti jadi pusat masuknya kapal2 besar dan perdagangan kan.. Ada lagi kenapanya. Balikpapan itu lebih tertata kotanya, dibandingkan dengan Samarinda yg masih kurang tertata menurut saya, tata kotanya. Satu lagi, balikpapan jelas lebih terkenal karena banyak O&G company berpusat di sana, seperti Chevron, TOTAL, Pertamina, Schlumberger, Halliburton, dll. That’s why gw awalnya ngarep banget dapet penempatan di balikpapan.

Yesterday was the second time gw menginjakkan kaki di balikpapan. Daripada gw mati gaya di Samarinda selama weekend, gw memutuskan (atau lebih tepatnya merengek2) utk ikut sama temen gw, kita sebut saja dgn nama Si Toki, yg niat bgt sampe nyewa mobil utk menemui kakaknya. Ada dua hal unik di sana yg gw temukan. Satu, angkutan umumnya. Sama seperti Samarinda, angkot di Balikpapan juga disebut sebagai ‘taksi’. Cuma bedanya dengan taksi di Samarinda, angkot ‘taksi’ di Balikpapan memiliki deretan kursi yang menghadap ke depan (gak ke samping seperti layaknya angkot2 umum di kota lainnya). Yang kedua, soal jalanannya. Ada seorang foreman berkata kepada kami bahwa menyetir paling enak se-Indonesia adalah menyetir di Balikpapan. Dan benar saja, menurut gw dan si Toki, memang paling enak nyetir di Balikpapan, selain karena jalannya tertata rapi dan lebar, jalanannya tuh luruuuuuss doang. Mau ke penangkaran buaya tinggal mengikuti jalan utama yg lurus itu. Lalu, kalau mau beli oleh2 seperti batu2an dan batik kalimantan di Kebun Sayur, tinggal ke arah sebaliknya dan mengikuti jalan utama yang tinggal luruuuus aja, gak belok-belok. Sampe2, karena jalannya yang lurus doang itu, kami menamakannya sebagai Jalan Hanifah, karena Hanifah, which is my name (hehehehe..) itu dalam bahasa Arab memang memiliki arti “yang lurus”, hahahaha…

Tinggal di Balikpapan mungkin lebih mahal daripada tinggal di Samarinda. Tapi, mungkin gw lebih memilih utk tinggal di Balikpapan, karena di sana mall-mall-nya lebih layak disebut sebagai mall, daripada mall-mall di Samarinda. Selain itu, angkutan umum di sana lebih mudah, daripada di sini. Di sana juga ada banyak bioskop (di Samarinda cuma ada 1 bioskop 21, bukan XXI, dengan film2 yg tidak update) yg memutar film2 yg cukup update. Speaking of, gw udah absen nonton di bioskop for 2 months!!!

Untuk urusan oleh-oleh, kalau lagi di Balikpapan, bisa pergi ke daerah Kebun Sayur. Kalau di Samarinda, bisa ke Citra Niaga. Di kedua tempat itu, dijual bermacam-macam kalung dan gelang2 dari batu, kalung Dayak, dan juga kain2 batik khas Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Untung saja kami menyempatkan diri ke Kebun Sayur sebelum ke Samarinda, dan berhasil membawa pulang 3 lembar kain batik KalTim, 2 buah kalung dan 4 buah gelang dari batu2an. Well, nanti pasti gw akan niat cari lagi, sebelum pulang ke Jakarta bulan depan, hohoho… (dasar cewek…).

kalung & gelang batu2an khas Kalimantan

Motif batik khas Kaltim

Menurut gw, kalau baru cuma ke Balikpapan doang, jangan sebut bahwa kalian sudah pernah ke Kalimantan Timur kalau belum melintasi jalur lintas Balikpapan-Samarinda. This is the most favourite part of mine kalau pergi ke Balikpapan dari Samarinda, atau sebaliknya. Selama perjalanan menuju Samarinda dari Balikpapan, kami disuguhi oleh pemandangan hutan di sisi kanan dan kiri kami. Subhanallah 33 kali deh. Beda banget dibandingkan dengan perjalanan luar kota di pulau Jawa. Asli, mata gw jadi seger banget liat yg ijo-ijo. Jalanannya berbelok-belok & naik-turun seru, dengan pepohonan2 tinggi di hutan kanan-kiri kami, dan lancaaaaar bgt jalannya. Pemandangan mulai bagus banget setelah melewati Resto Tahu Sumedang di Km 50. (Eitss,, jangan kaget yaaa… Gw juga heran, masa jauh-jauh ke Kalimantan, kami diberi rekomendasi kuliner oleh orang2 HO utk singgah di Resto Tahu Sumedang di Kalimantan! Ahahahaha,, lucu banget… ). Yang lucunya lagi, kalian akan menemukan plang-plang tulisan unik selama di jalan, seperti “Awas Hewan Liar”, “Awas Pohon Tumbang”, “Awas Kebakaran Hutan” lah, dan lain-lain. Next time melewati jalan itu lagi, gw mau foto-foto. Kalau perlu di depan tulisan “Bukit Soeharto” juga, hehe…

Resto Tahu Sumedang di Kalimantan

Okay, now I’ll recommend two seafood restaurants in Balikpapan that you might try. Kalian bisa ke restoran Kenari atau juga ke The Ocean’s (letaknya di pinggir laut, nice view pokoknya) dimana kalian akan menemukan udang galah segede gaban… hahahaha,, puas, puas deh ngabisinnya…

Stuck In Reverse again?

I’ve been wasting my times. I’ve been feeling ungrateful. I’ve been feeling lonely. I’ve been feeling aimless. I’ve been feeling powerless. I’ve been feeling useless.

So I re-read one of my old posts. It’s a post that I wrote after I had SIAWARE training. Sehabis ikut training itu dulu, rasanya gw tidak memiliki beban. Gw merasa memiliki tujuan hidup yg jelas. Gw merasakan perasaan yg tulus dan ikhlas sedalam-dalamnya. God, I miss feeling those feelings. Gw pengen merasa seperti habis siaware tahun lalu itu lagi.

Gw merasa benar2 tidak punya tujuan sekarang. Gw merasa tidak bersemangat dalam melakukan apa yg sedang gw lakukan sekarang. Entah mengapa. If anybody could help me….

Shakespeare said…

I always feel happy, you know why?
Because I don’t expect anything from anyone.
Expectations always hurt.
Life is short…
So love your life..
Be happy..
And keep smiling..
Just live yourself and..

Before you speak, listen..
Before you write, think..
Before you spend, earn..
Before you pray, forgive..
Before you hurt, feel..
Before you hate, love..
Before you quit, try..
Before you die, live..

That’s life..
Feel it, live it, & enjoy it..

13 Facts About Samarinda

1. Also known as “Kota Tepian”, karena pusat kota Samarinda itu berada di tepian sungai Mahakam. Ada 2 jembatan yg membentang sungai Mahakam di pusat kota Samarinda, yaitu jembatan Mahakam & jembatan Mahulu. Kalo ngeliat betapa lebarnya sungai Mahakam, orang akan nyangka itu adalah selat, bukan pulau, ehehehe…

2. Kalau di Jakarta, kita biasa nyebut KWK or Mikrolet. Di Bandung dan kota2 lain di Jawa kita biasa mengenal angkot. Tapi, kalau di Samarinda, angkot biasa dikenal dengan sebutan TAKSI. Sementara taksi yang menggunakan argo, disini disebut dengan TAKSI ARGO.

3. Taksi argo di Samarinda baru ada mulai tahun ini, kalo gak salah. Itupun baru ada 5 unit se-Samarinda!!! Jeng jeng jeng!!! Tentu mana ada orang percaya bahwa di ibukota propinsi di Samarinda, taksi argo cuma ada 5 biji???

4. Taksi alias angkot di Samarinda tidak memiliki trayek khusus yang fix. Walaupun ada default trayeknya, tapi kalo mo request ke suatu tujuan yang sebernya tidak dalam trayek default itu, itu bisa aja. Aneh kan?

5. Pagi hari, sekitar jam 6-7 pagi, Samarinda berkabut. Padahal Samarinda bukan di pegunungan, tapi di perbukitan. Samarinda bukan seperti kota Bandung atau Bogor yg termasuk wilayah dingin. Jadii,, sampai sekarang, gw jg belom bisa menjelaskan fenomena aneh ini. Kenapa di daerah Samarinda seperti ini bisa berkabut di pagi hari? Someone said to me bahwa kalau pagi2 Samarinda berkabut, itu artinya siang harinya Samarinda akan panas terik. Hahahahaha,, fenomena yang unik bukan?

6. Samarinda tidak memiliki musim yang jelas. Bisa saja dalam satu hari, terjadi hujan ribut deras banget, lalu menit berikutnya tiba2 panas terik. Kalau masalah panas, bisa ngalahin priok panasnya…

7. Tingkat kriminalitas di Samarinda sangat rendah. Bahkan salah satu foreman di perusahaan tempat saya bekerja mengatakan bahwa hampir tidak pernah ada (well, dy malah bilang “tidak pernah”, bukan “hampir tidak pernah”, cuma gw kan jg gak seyakin itu, hehehe) tindak kejahatan. Woowww…

8. Kalau menginjakkan kaki di Samarinda, coba tanya ke orang asli Samarinda “apa masakan khas Samarinda?”. Mostly akan menjawab “nasi kuning”. Dan mungkin mostly yg mendengarnya akan bereaksi “hah???”

9. Semua martabak yang dijual di Samarinda bernama “martabak terang bulan”. Hahahaha,, well, gak tau semuanya or enggak sih,, tapi hampir semua penjual martabak yg gw lewati sepanjang jalan pasti bertuliskan “Martabak Terang Bulan”.

10. Kata orang Samarinda, kalau minum air dari sungai Mahakam, pasti suatu saat orang tersebut akan kembali ke Samarinda. Well, let’s see aja nanti ya… Ehehehe,,

11. Menu wajib orang Samarinda buka puasa adalah Mihun. Gak tau deh kenapa…

12. Makanan yang paling banyak ditemui di Samarinda adalah Soto Lamongan dan Nasi Pecel (ini sepengamatan mata saya selama 6 minggu ini).

13. Samarinda memiliki sebuah bangunan mesjid megah bernama Islamic Centre, yang katanya merupakan terbesar se-Asia Tenggara. I don’t know beneran or gak, blom tanya sama embah google juga. Tapi emang bangunannya bagus n gede banget. Next time I’ll picture it and post the picture in this blog.

Well,, I think there will be more unique facts about Samarinda. If so, I’ll continue the list in the next post. 😀