Worst Flight Experience Ever

Dalam 2,5 tahun terakhir ini, sudah banyak kali saya melakukan perjalanan dengan menggunakan jasa penerbangan. Setiap 3 atau 4 bulan sekali pasti saya terbang antara balikpapan-jakarta (karena pekerjaan saya di Kalimantan sementara rumah di Jakarta). Tapi, walaupun frekuensi terbang saya cukup sering, saya cuma pernah dan biasanya cuma mau menggunakan antara 3 perusahaan jasa penerbangan. Paling sering dan terpercaya ya GIA, tapi kalau range harga GIA ini lagi tinggi dan saya sedang tidak dibayar kantor, maka LA lah pilihan kedua (murah & banyak pilihan jamnya, walaupun raja delay). Akhir2 ini, baru saja mencoba CL, selain karena murah jg masih anak perusahaannya GIA, so this airline supposed to be reliable, too. Other airlines I don’t mention, I can’t trust them yet.

Kemarin2 saya merasa tidak pernah mengalami kesialan dalam hal penerbangan. Paling dongkol waktu itu ya karena delay sejam naik LA. Tapi entah kenapa, dalam 3 penerbangan terakhir yang saya lakukan, kesialan lah yang saya dapat. Salah satunya pernah saya share pada post ini. Selain itu, pernah sudah beli tiket (BPN-JKT pp) jauh2 hari untuk saya dan pacar, ternyata mendekati keberangkatan kami berdua harus training di Jakarta, yang sebenarnya dapet free ticket dari kantor, sehingga kami harus reschedule penerbangan JKT-BPN kami dan merelakan 2 tiket kami hangusssssss (andaikan tiket pesawat bisa dijual).

Yang terakhir ini, penerbangan dari JKT-BPN, menggunakan CL, merupakan paling paling menyebalkan yang pernah saya alami. Pertama, saya sudah booking tiket dari 2 bulan sebelumnya. 1 bulan sebelum jadwal, tiba2 ada notifikasi jadwal penerbangan mengalami perubahan semua (sehari CL hanya ada 2 kali penerbangan BPN-JKT). Geger lah saya, karena berubahnya super drastis. Jadwal yang menjadi terlalu malam saya reschedule kembali jam sore (their first flight). Saya reschedule via telepon dan operatornya menyanggupi (ya iyalah harus bisa, secara mereka yg ubah jadwal seenaknya), tinggal saya tunggu email konfirmasinya. Satu kali 24 jam kemudian, email notifikasi tak kunjung datang. Saya telpon lagi dong. Apa kata mereka? Mereka bilang maaf tidak bisa proses sekarang, tapi harus tunggu karena banyak yang reschedule juga, jadi mereka mendahulukan proses reschedule penerbangan2 yang lebih dulu dari saya. Dia minta saya tunggu 3×24 jam utk proses & email konfirmasinya. Okaaay, I’ll wait… Tiga hari kemudian….. Emailnya tetep gak ada. Oh My Lord, reschedule bukannya tinggal click and done ya? Biasanya airline lain bisa tuh dalam hitungan menit. Kalau alasan mereka hrs antri & mendahulukan proses reschedule penerbangan2 yg lebih awal dari saya, apa perlu waktu selama itu? Jam terbang mereka juga tidak sebanyak airline lain. So I called them back, protes kenapa 3 hari blom ada jg padahal janjinya 3 hari, lalu baru deh mereka proses saat itu juga dan akhirnya email notifikasi baru ada.. *Grrrr…*

Kesialan itu ternyata tidak ada apa-apanya dibanding dgn apa yg terjadi setelahnya. Saat H-1 hari terbang dari JKT-BPN, ada sms masuk memberitahukan jadwal diundur 30 menit. Aje gile, mereka udah rombak schedule di awal kemarin, harus diundur pula sekarang. Sampe bandara, guess whaaattt.. Delay lagi 30 menit. As the rule said, delay di bawah sejam, kami dapat makanan ringan. Setelah 30 menit, masuklah kami ke dalam pesawat. Udah mundur sejam lebih dari jadwal keberangkatan, masuk pesawat, apa kami langsung berangkat? Harusnya sih gitu. Tapiiii.. *this is the most annoying*.. kita harus menunggu lagi selama kurang lebih 45 menit DI DALAM PESAWAT karena harus antri take off di bandara. Lalu lintas sedang padat, kata mereka. They’re so smart, aren’t they? Kami disuruh masuk pesawat padahal belum langsung berangkat, harus menunggu total selama 2 jam, seolah-olah kesalahan keterlambatan yang terakhir bukan dari pihak airline, tapi dari pihak bandara. Padahal jika bandara dan airline berdebat soal ini, bandara mungkin akan menyangkal “Ini kesalahan airline. Kalau airline tidak telat, antrian take off tidak akan terjadi“. Sehingga, airline CL ini tidak memberi kompensasi apa2 lagi (harusnya di atas 1 jam delay dapat makanan berat). Bayangkan, saya & suami, kelaparan & bete tingkat dewa, menunggu dalam pesawat, ditambah lagi saya sedang mengalami nyeri haid hari pertama. Saya tidak nafsu makan, suami terpaksa memesan pop mie (karena cuma ada menu itu di dalam pesawat) seharga 20ribu. Complete super bad tempered! Untung ada suami-baru-berusia-4-hari yang menemani (despite of all suck things happened that day, hehe).

Yah, mungkin orang lain pernah mengalami hal yang lebih menyebalkan dari pengalaman saya ini. So far, ini yg paling menyebalkan buat saya *jgn sampe terjadi lagi yg lebih menyebalkan*.  Saya sebagai salah satu dari jutaan penumpang pesawat yang sering dirugikan, hanya bisa berharap perusahaan airline CL dan lainnya terus meng-improve kualitas mereka, terutama dari segi jaminan keselamatan & pelayanan. We, passengers, didn’t spend much Rupiahs to get some disappointment & unsatisfactory. Nobody wants it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s