Akun Facebook Berubah Jadi Online Shop Elektronik (Batavia Elektronik)

Buka FB pagi ini lewat Samsung saya, sangat kaget karena sekonyong2 nama saya berubah menjadi “Batavia Elektronik”. Foto profilnya jg bukan foto saya lagi. Buka halaman profil saya, makin kaget ternyata cover photo pun berubah dan ada post2 yg sebenarnya bukan saya yg nge-post. Ahhhh, dibajak ini FB saya!!! Keterlaluaaan!!

Pantesan bbrp hari lalu fb sempat terblokir krn overtag. Saya memang pernah dijuluki ratu tag sih (hahahah) tapi kan udh jarang upload foto dan ga pernah smp over tag??!! Jd fb terblokir hingga saya dilarang tag foto selama 14 hari ke depan. Tapi setelah itu, saya tak buka2 fb saya lagi jd gak sadar ternyata karena ulahnya si tukang jual hape ini toh.. Grrrr…

Maka saya langsung bertindak. Saya ganti password fb. Password semua email jg saya ganti bwt jaga2. Bahkan secret questions nya jg saya ubah. Foto2 saya ubah kembali ke awal. Nama tampilan dan nama alias. Album foto hape yg pernah dy upload saya mus-nah-kan. Begitu jg timeline yg pernah si hacker tulis. Lalu ada temen komplain d message inbox utk meminta tdk tag dia lagi. Dia tampak terganggu. Fiuhh, maaf ya teman2, jika pernah di-tag oleh makhluk yg tdk bertanggung jawab itu. Kalau liat ada fb yg bernama Batavia Elektronik, padahal tdk pernah add atau approve, silahkan langsung report ke tim facebook. Ternyata modus ini sudah banyak dilakukan. Masih untung dia tidak mengutak-atik password kita. Dan masih untung jg hape yg dia jual, bukan obat kuat atau s*x toys, hahahaha…

Yah, sebel aja, mau bisnis kok harus merugikan orang lain? Sama saja penipu! Pasti dia itu melihat friends kita yg sudah banyak jd tidak mau repot2 add orang lain lagi. Bisnisman kok gak kreatif. Yah emang penipuan itu pasti ada dimana-mana dan beragam sih. Lebih waspada aja deh ya… Waspadalah!!! Waspadalah!!! (Bang napi mode : On)

Advertisements

Prestasi, Bukan Sensasi

Media2 tv nasional sekarang memang sudah tidak kondusif lagi. Kondusif buat pikiran kita, maksudnya. Berita2 yang ditayangkan kebanyakan beraura negatif, yang cuma bisa bikin kita berpikiran & berkomentar negatif. Masih sangat kurang diimbangi dgn berita2 positifnya. Yang mengisi berita2nya kebanyakan cuma orang2 yg hidupnya hanya cari sensasi, dan bukan prestasi. Yah, syukurlah sudah ad pak Jokowi yg berhasil menjadi inspirasi kita semua. Tapi masih banyak yg isinya adalah orang2 yg cari sensasi. Ditambah lagi media melebih-lebihkannya (exaggerating bgt). Apa gak bikin kita capek buat menontonnya doang?

Contohnya saja, sang bupati yg sudah jelas2 bersalah hingga dilengserkan mau gugat presiden krn masih tidak bisa terima kenyataan (kebanyakan berkhayal krn nonton sinetron, ya pak?). Artis yg kena narkoba sampai diberitakan berminggu2 sampe diberitakan jg hal2 yang tdk berkaitan dgn kasusnya, padahal kasus dia cuma 1 contoh kasus kecil di tengah2 maraknya narkoba di negara kita. Sampe juga ada orang pengen nyapres pake sumpah pocong segala, padahal kenyataannya dia tidak seintelek yang ia kira. Orang2 seperti ini akan semakin gencar mencari sensasi jika media meliputnya juga makin jadi. Mereka ini tampaknya sudah tidak bisa cari prestasi, makanya cari sensasi.

Definisi baru capek itu adalah ketika kita ganti2 channel televisi tapi berita yang ditayangin ituuu-itu aja, for days or even weeks! Berita2 negatif itu ditayangkan secukupnya sajalah. Imbangi jg dgn lebih banyak berita2 positif, seperti berita2 penemuan baru dan berita2 lain yang biasanya baru kita dapat kalau kita niat browsing di internet. Ditambah lagi dgn makin ibanyaknya sinetron & infotainment yg bila makin lama ditonton, makin gak penting. Maka, jika media tv nasional & lokal masih seperti ini2 saja, lebih baik kita menonton channel2 luar negeri saja.  Karena saya lihat kita justru lebih belajar dengan menonton kehidupan kera di discovery channel dibandingkan dengan nontonin orang yang berkoar2 mau sumpah pocong kalau terpilih jadi presiden. Mari lebih pintar dalam memilih & memilah informasi yanng masuk ke otak kita. Demi kesehatan jiwa dan pikiran kita.. 😉