Prestasi, Bukan Sensasi

Media2 tv nasional sekarang memang sudah tidak kondusif lagi. Kondusif buat pikiran kita, maksudnya. Berita2 yang ditayangkan kebanyakan beraura negatif, yang cuma bisa bikin kita berpikiran & berkomentar negatif. Masih sangat kurang diimbangi dgn berita2 positifnya. Yang mengisi berita2nya kebanyakan cuma orang2 yg hidupnya hanya cari sensasi, dan bukan prestasi. Yah, syukurlah sudah ad pak Jokowi yg berhasil menjadi inspirasi kita semua. Tapi masih banyak yg isinya adalah orang2 yg cari sensasi. Ditambah lagi media melebih-lebihkannya (exaggerating bgt). Apa gak bikin kita capek buat menontonnya doang?

Contohnya saja, sang bupati yg sudah jelas2 bersalah hingga dilengserkan mau gugat presiden krn masih tidak bisa terima kenyataan (kebanyakan berkhayal krn nonton sinetron, ya pak?). Artis yg kena narkoba sampai diberitakan berminggu2 sampe diberitakan jg hal2 yang tdk berkaitan dgn kasusnya, padahal kasus dia cuma 1 contoh kasus kecil di tengah2 maraknya narkoba di negara kita. Sampe juga ada orang pengen nyapres pake sumpah pocong segala, padahal kenyataannya dia tidak seintelek yang ia kira. Orang2 seperti ini akan semakin gencar mencari sensasi jika media meliputnya juga makin jadi. Mereka ini tampaknya sudah tidak bisa cari prestasi, makanya cari sensasi.

Definisi baru capek itu adalah ketika kita ganti2 channel televisi tapi berita yang ditayangin ituuu-itu aja, for days or even weeks! Berita2 negatif itu ditayangkan secukupnya sajalah. Imbangi jg dgn lebih banyak berita2 positif, seperti berita2 penemuan baru dan berita2 lain yang biasanya baru kita dapat kalau kita niat browsing di internet. Ditambah lagi dgn makin ibanyaknya sinetron & infotainment yg bila makin lama ditonton, makin gak penting. Maka, jika media tv nasional & lokal masih seperti ini2 saja, lebih baik kita menonton channel2 luar negeri saja.  Karena saya lihat kita justru lebih belajar dengan menonton kehidupan kera di discovery channel dibandingkan dengan nontonin orang yang berkoar2 mau sumpah pocong kalau terpilih jadi presiden. Mari lebih pintar dalam memilih & memilah informasi yanng masuk ke otak kita. Demi kesehatan jiwa dan pikiran kita..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s