Air Mahakam….

“Sekali minum air mahakam, pasti akan kembali lagi kesini (read : Samarinda)”, said someone to me, a year ago. I just laughed. But, a year after then, which is now, here I am, back and posted as a permanent staff in Samarinda. All of us posted here were the ones who have ever had OJT and PA in Samarinda, too. Funny, isn’t it? Mungkin keajaiban air Sungai Mahakam memang benar adanya, hahaha…

P.S : I miss Bandung, very much. The city, the foods, the places, and all people in it that I’ve shared my happy and memorable time with.

“If he can do his job with smile, why can’t we do too?”

Badannya kecil kurus. Tingginya juga tak seberapa. Dia juga bukan orang yg terkenal dgn tampang yg rupawan. Kerjaannya tiap hari? Mungkin pekerjaannya termasuk pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata oleh orang namun sebenarnya memegang peranan yg sangat penting, karena jika tidak ada yang membersihkan lantai dan segala sesuatunya di kantor, apa mungkin aktivitas di kantor bisa berjalan dengan semestinya? Iya, dia ini hanyalah seorang cleaning service di sebuah kantor yang pernah saya singgahi selama 3.5 bulan. Tapi, sungguh saya merasa salut sekali sama dia. Kenapa? Karena tiada hari, tiada kerjaan, yang dia lakukan, tanpa senyuman. Semangatnya dalam bekerja terpancar dalam cengiran lebarnya setiap hari. Padahal yah, kalau kita lihat, kerjaannya cuma bersih2 aja tiap hari. Ngepel lantai lah, bersihin setiap tempat sampah di setiap kolong meja, bersihin toilet karyawan, semua dia kerjakan dengan senyuman. Kadang sambil bersenandung, karena saya lihat ada earphone yang terpasang di kedua telinganya.

Melihat dia bekerja seperti itu, membuat saya berpikir, “Ah, dia saja yg kerjaannya hanya sebagai cleaning service, mungkin dengan gaji tak seberapa, bisa tetep senang2 aja dengan kerjaannya. Sementara saya yang gajinya lebih besar dari dia, kok masih seringan dia yg tersenyum ya? Eh, jangan2 gaji dia lebih gede ya? Hahahahah,, but it’s not the point of course. If he can do his job with smile, why can’t I?” Jarang lho, nemu cleaning service yang bisa sesumringah itu dalam bekerja. Baru kali itu saya nemu yang ajaib kayak dia. Bukan cuma senyum, dia sering banget ngajak saya bercanda dan main ledek-ledekan. Kami seringkali dibuat tertawa oleh tingkah lakunya. Tertawa geleng-geleng kepala sambil nyebut2 “Emen, emen…“. Iya, namanya Emen. Udah tingkahnya unik, eh namanya juga unik banget.

Emen, meski kamu hanyalah seorang cleaning service, tapi kamu sudah saya tetapkan sebagai role model saya. Well, bukan cuma saya. Pernah ada seseorang menyeletuk seperti ini “kalau mau bisa senyum terus, jangan jauh2, coba liat si Emen”. You really are people’s role model. Wish to see you and other people like you again someday.

N.B.: Hwaaaa jadi kangen ama Sangatta….

Tinggal di Kota Buaya

This is kota buaya. Alias Sangatta. “Ha? Sangatta? Dimana itu?” Iya, wajar aja gak tau, gw aj baru tau setaun yg lalu bahwa ada kota bernama Sangatta. Ada yg nyebut Sangatta, ada juga yg nyebut Sengata. It’s the same. Yg jelas anggapan dulu bahwa Sangatta itu kependekan dari “Sangat Menderita” sudah tidak berlaku lagi. Dulu mungkin memang disini susah air bersih, akses darat sulit, dan sering mati lampu. Tapi sekarang gak lagi. Akses darat ada, lewat Bontang kalau dari Samarinda (meski tuh jalanan bisa bikin lo mabok karena turbulensinya sangat fluktatif, ha3). Air jg udah bersih, listrik lancar. Sinyal hape ama internet jg so far so good.

Disini ada apa aja? Gak ada apa-apa. Cuma ada salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia yg mjd salah satu major customer dr perusahaan tempat gw bernaung, dan mgkn kalau ga ada perusahaan itu, Sangatta gak akan se-berkembang spt sekarang. Belum ada (bkn gak ada) bioskop, dept store, tp ada sih tempat karaoke. Ada sih pantai, aquatic dan teluk lombok. Been there, too. Ada satu tempat pusat nongkrongnya orang Sangatta, namanya Town Hall. Isinya hanya lapangan basket, beberapa toko souvenir, dan lumayan banyak warung makanan. Tapi ni town hall jauh banget dari hotel. Angkot disini cuma ada 1 jenis, jauh dekat 3000 rupiah, heheh. Pernah saking ga ada tujuannya, gw dan beberapa teman yg tinggal di hotel yg sama mainnya ke Bontang. Kalau dulu gw terlihat seperti anak cacing kepanasan yg ga betah di kosan or di kamar, sekarang gw mjd anak baik2 ajah. Bangun pagi tepat waktu, pulang kantor tepat waktu, sampe hotel langsung istirahat, besok ya bangun pagi lagi. Foursquare gw cuma bolak-balik aja check in di hotel dan kantor. Sabtu masuk setengah hari. Doh, gak ada weekend buat gw disini.

Satu lagi, kalau sekarang di Jepang mungkin terancam terkena radiasi nuklir. Di Sangatta jg ada bahaya radiasi. Radiasi debu! Ha3. Banyak debu disini, mungkin karena mobil bolak-balik dari tambang masuk kota dan sebaliknya membuat kota ini dipenuhi oleh debu. Overall, I enjoy it here. Where am I gonna be in the next 4 months? I don’t know… 😀

Rainbow in Sangatta

Image Alumni ITB…

For para alumni ITB, sering gak, ketika ditanya orang kuliah dimana dan kamu menjawab “ITB”, orang akan berespon seperti ini, “oh ITB? sayang banget kerja disini” atau “ngapain kerja disini?“. Bahkan gw pernah mengalami percakapan konyol dengan salah satu supervisor di perusahaan tempat gw bernaung selama 6 bulan lebih seperti ini:

Supv : kamu dari ITB gimana ceritanya bisa masuk kesini?
Me : ya kan ni perusahaan buka lowongan di kampus saya pak. Ya saya daftar lah.
Supv : berapa orang yang ikut tes nya?
Me : hmm,, banyak, lumayan..
Supv : maksud aku, yang anak ITB-nya…
Me : hmmmm…. (mencoba menghitung, sebenernya hampir semua saat itu peserta anak ITB, meskipun ada juga non-ITB seperti UnHas, tp gw sangat payah dalam mereka2 jumlah peserta saat itu)
Supv : (langsung nembak) jangan2 kamu doang ya yg dari ITB?
Me : (LOL) enggak kok, ada banyak… nih aku seangkatan ada 3 S1 ITB plus satu orang S2 ITB.

Yak, that’s the fact. Image alumni ITB adalah orang yang kerja di perusahaan asing bonafit seperti oil & gas company. Ada satu lagi image alumni ITB yg sudah melekat di banyak perusahaan. “Biasanya ITB ini sering pindah2 atau keluar nih“. Nah, itu dia, alumni ITB sudah terkenal dengan ke-kutu-loncat-annya. Gw sebagai salah satu alumni ITB, merasa capek mendengar komentar2 seperti itu setiap kali ditanya dan menyebutkan asal kuliah. Reaksi gw adalah tentu tertawa aja. Emang lucu kok. Lucu kenapa orang2 non-ITB berpikiran seperti itu. Tidak semua fresh graduate ITB bisa langsung tembus O&G company. Tidak semua alumni ITB itu kutu loncatan. Gw adalah salah satu yg tidak bisa langsung tembus O&G company dan gw merasa jadi kutu loncat itu gak enak. Gw adalah orang yg jika sudah berada di zona nyaman gw, seberapapun besarnya gaji, lebih baik memilih tetap tinggal daripada capek2 nyari2 perusahaan yg berani kasih gaji lebih tinggi. Kecuali gw sudah merasa tidak nyaman, merasa tidak memiliki passion disini, baru gw akan memikirkan untuk pindah. Hmm,, tapi apakah para kutu loncat itu juga merasa bahwa mereka baru bisa berada di zona nyaman ketika mereka bisa memperoleh gaji yang lebih besar ya? Entahlah, zona nyaman di setiap orang berbeda-beda.

Nah, kalo soal image alumni ITB itu bekerja di perusahaan2 asing yg bonafit? Hmm,, gak bisa dipungkiri, pikiran utk bekerja di O&G company masih ada di benak gw. Karena dari awal, mungkin dari gw masih usia sangat belia (hahah), gw amat sangat berminat utk bekerja di salah satu perusahaan minyak tempat bokap gw kerja sebelum pensiun. I always imagine working there since I know all the good things if I work there. But too bad, gw udah nyoba 2 kali mendaftar salah satu programnya, by internet, and failed di tahap administrasi. Entah ada kesalahan apa yg gw buat saat mendaftar administrasi itu (damn internet recruitment system!). Sampai pada akhirnya gw masuk di perusahaan ini and accepted the offer walaupun hati masih super penasaran dengan perusahaan idaman gw. Yah,, kalo sekarang sih prinsip gw, jalanin aja dulu. Wajar kalau sekarang2 ini merasa tidak begitu nyaman & tdk jelas karena masih dalam program MT setahun ini. We’ll see ketika gw sudah ditempatkan dan jadi karyawan tetap 6 bulan kurang lagi (insya Allah kalau lulus, amiiin…), apakah gw bisa nyaman dan berkembang di perusahaan ini? Jika ya, then I’ll stay. Tapi kalau gw merasa tidak nyaman, tidak bersemangat, dan tidak merasa bisa berkembang disini, sorry to say (mengikuti gaya khas salah satu mentor kami, heheh), gw terpaksa harus menyebar CV lagi ke tempat lain.

Yang jelas, apapun yg terjadi, sampai sekarang maupun pada nantinya, gw gak akan menyesali pilihan gw utk menerima offer di perusahaan ini. Karena, meskipun perusahaan ini masih memiliki banyak kekurangan, masih perlu banyak pembenahan, this company is a very great place to learn. You’ll get many valuable knowledges here, baik dari segi bisnis maupun dari segi personal seperti pengembangan diri dan leadership. This company is also owned by a very great man, seorang bangsa Indonesia asli yg saya banggakan, yang patut menjadi panutan setiap orang karena tujuan mulianya, kepemimpinannya, dan kerendahan hatinya. Bahkan banyak orang yg berkata seperti ini, termasuk salah satu mentor project gw, “kamu kalau ingin cari kerja di tempat lain, begitu perusahaan itu tau kamu lulusan perusahaan ini, kamu akan bernilai tinggi di mata mereka“. Ya, semoga saja gw bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik dan tercocok buat gw.

I just believe that this is my way. Ini lah jalan gw. Jalan yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah utk gw. I believe that this way will lead me to the best place for me.

Can’t Wait..

Gw gak sabar pengen pake warepak (hmm,, gak tau nulis benernya gimana, tp tadi para bapak2 bilangnya warepak), beserta safety shoes, safety glass, dan safety helmet!
Gw gak sabar pengen maen2 mengendarai eskavator.
Gw jg gak sabar pengen OJT di tiga tempat yang berbeda yg belum pernah sama sekali gw kunjungi nanti, seperti balikpapan, samarinda, or tembagapura.
Semoga gw dan teman2 baru gw disini bisa melalui program ini sampai akhir dengan baik… Amiin..

First Night….

Well, here I am, in my new room,di mess, with my 2 roommates. Dimana mess nya? Di cileungsi, kawan2, jauh dari ramainya ibu kota jakarta, berada di antara bekasi, bogor, dan cibubur. Gw udah under estimate awalnya, gw kira pasti di kamar gak ad AC dan kamar mandi ga gitu bersih or seadanya. Ternyataaa.. ada AC, kamar mandi dalam yg bagus, ada kantin juga dimana kita dapet 3 kali makan sehari gratis plus 2 kali coffee break. Gw rasa gw bakal betah disini, apalagi teman2 sekamar gw orangnya asik2 dan anak TI semua (meski beda2 univ), jadi obrolan kita nyambung dgn karakter mirip2 semua.

Sebenernya gw excited ikut MT ini. Kita dikasih tau bakal diajarin cara mengemudi traktor or eskavator, I can’t wait for it. Tapi aturan di mess bener2 ketat. Gak bisa keluar mess seenak jidad, libur cuma hari minggu dan hari libur nasional, itupun dibatasin dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore doang. Dan gw merana krn ga bisa lagi donlod serial2 kesayangan gw, which are Glee dan HIMYM,, hwaaa… Susahnya cari duit ya… hahaha…

Besok pagi gw harus bangun jam 4.30, karena jam 5 pagi harus senam, dan jam 7 paginya ada safety meeting, lanjut training sampe sore! Semangat, Hanifah! 🙂