Angels & Demons (Movie)

angels-demons-movie-poster

Angels & Demons akhirnya tayang… Yay! Walaupun harga weekend dan seat yg tersisa terbilang di bagian depan, kami tetap memutuskan nonton. Segitu pengennyaaa..

Seperti kebanyakan film yang diangkat dari sebuah novel, film ini pun memiliki beberapa bagian yg berbeda dari versi novelnya. Bagi yg belum baca bukunya, akan saya tulis sinopsisnya…

Bercerita ttg munculnya sebuah perkumpulan kuno yang dianggap sudah punah, yaitu perkumpulan Illuminati. Perkumpulan ini dibentuk oleh sekelompok ilmuwan masa dulu (termasuk Galileo) yang dimusuhi oleh pihak rohaniawan (gereja) saat itu karena dianggap teori-teori yang dikemukakan sgt bertentangan (seperti misalnya rohaniawan beranggapan bahwa bumi itu datar & pusat tata surya, di atasnya surga sementara di bagian bawah terdapat neraka, namun para ilmuwan menemukan bukti bahwa bumi itu bulat dan matahari sbg pusat tata surya). Legenda lain jg menyebutkan bahwa kelompok ini memiliki 4 cap bertuliskan 4 elemen ilmu pengetahuan (earth, air, fire, water) yg berupa ambigram (simetris sehingga bisa dibaca dari sisi atas maupun dari sisi bawah) dan 1 cap tambahan lainnya. Kini, ada seseorang yang mencoba membunuh 4 orang kardinal – yg merupakan calon2 utama pengganti Paus yg baru meninggal, dengan tujuan untuk membalas dendam karena perbuatan Gereja ratusan tahun lalu yang membunuh 4 ilmuwan dan mencapnya di dada dengan tanda salib sebagai peringatan bagi masyarakat utk jangan pernah menentang Gereja.

Robert Langdon (diperankan oleh Tom Hanks) yg merupakan ahli simbologi diminta utk datang ke Vatikan & membantu memecahkan sandi dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pembunuh yang menjadi pertanda tempat di mana keempat kardinal yang diculik akan dibunuh. Dalam waktu yg bersamaan, pembunuh juga telah meletakkan sebuah zat antimateri yang dicurinya dari sebuah lembaga penelitian bernama CERN dan dapat meledak dan menghancurkan Vatikan & sebagian kota Roma di suatu tempat tersembunyi jika tidak segera ditemukan.

Menurut saya, jelas alurnya lebih detail dan lebih seru di buku (ada beberapa adegan dan tokoh penting yang tidak dimunculkan dalam film). Tapi, overall, sangat memuaskan lah dari segi sound effect, ketegangan cerita, dan latar tempat ceritanya. Cerita beda dari buku menurut saya memang sering dan wajar, tapi ada satu hal yg masih saya sangat pertanyakan sampai sekarang. Mengapa cap kelima (Illuminati memiliki 5 macam cap ambigram kuno) pada film sangat berbeda dari yang digambarkan dan diceritakan di buku? Kalau udah nonton filmnya, bandingkanlah cap kelima dalam film dgn cap kelima yang digambarkan dalam buku (di bawah ini) :

cap5

Coba perhatikan, cap di atas merupakan tulisan earth-air-fire-water digabung menjadi satu bentuk seperti bentuk diamond pada gambar di atas. Nah, hal inilah yang masih saya pertanyakan. Kenapa pake diubah segala? Justru bagusan cap di buku menurut saya. Hehehe,, ga tau lah, hanya sutradara dan penulis yang tahu. Overall, gw kasih rate 8.5/10 deh….. Sangat disarankan untuk menonton.. 🙂

Credits :
Special Thanx to Henny Triana (a.k.a Tia).. Udah kya pacaran aj, seharian di Ciwalk (dari Starbucks-BMK-21-JCo-Texas), hahahaha…

Sekilas Info

Ada dua info…
Satu,, as I’ve told in previous post.. Angel & Demon movie will be released in Indonesia (as I watched on TV) in May 15th 2009. Gw ga tau apakah di Bandung tgl release-nya sama or ga.. Smoga sama, Ya Allah… I can’t wait to see the movie..

Dua,,kabar gembira datang lagi dari Starbucks. Seperti saat hari bumi kemarin, Starbucks lagi2 memberi kita diskon 50 % all item dengan syarat bawa gelas or mug sendiri (tidak lebih dari 600ml) mulai hari ini (Selasa) hingga minggu depan dalam rangka merayakan HUTnya. Ayo, persiapkan mug terbesar kalian,, kita serbu Starbucks…..!!!

Kesamaan 4 Novel Dan Brown

the-da-vinci-code-by-dan-brown digital-fortress-1

deceptionpoint angel_demon

Akhirrrnya saya sudah membaca keempat buku Dan Brown. Dari Da Vinci Code yg pertama saya baca, lalu Deception Point, Digital Fortress, dan terakhir yg saya baca yaitu Angel and Demon. Telat bener yak, baru baca Angel & Demon sekarang? Mau gimana lagi? Setiap kali saya ke gramedia, edisi soft covernya selalu habis. Lalu, baru2 ini saya mendapat soft copy-nya dalam bentuk pdf edisi bahasa Indonesia pula dari internet. Ya sudah, saya baca lah soft copy-nya, bacanya langsung dari komputer loh, gak pake print, hehe. Giliran terakhir kemaren saya ke toko buku, eh, dicetak lagi edisi soft cover-nya, sepertinya karena filmnya bentar lagi tayang di Indonesia (Mei 2009).

Dari semua buku Dan Brown, ternyata ada kesamaan. Saya menyadari kesamaan tsb ketika baca buku Digital Fortress (buku ketiga yg saya baca). Kesamaan tsb adalah pelaku utama dari setiap kejahatan yg ada di keempat buku merupakan tokoh2 yang memegang kedudukan atau jabatan tertinggi di kisah2 tsb. Sehingga awalnya kita tidak akan mengira bahwa orang tsb adalah pelakunya. Jadi, setelah mengetahui persamaan tsb, ketika saya baca Angel & Demon, saya sudah bisa menebak siapa kira2 pelakunya. Dan ternyataaa dugaan saya tepat sekali, haha, meski sempat dibuat ragu karena ada 2 tokoh penting dan jabatannya tinggi di kisah itu. Walaupun bisa mengira kira2 siapa pelakunya, tetep aja saya tidak yakin, karena Dan Brown mampu membuat motif pelaku kejahatan ini sangat tersamarkan. Membuat saya berpikir seperti ini : ”Masa sih orang ini? Gimana caranya? Motifnya apa? Gak mungkin”. Though, I’m still sure, somehow, he did it. Motif dan cara pembunuhan baru tersingkap di akhir2 cerita dan membuat saya ber ”ooh”-ria.

dan_brown_bookjacket_croppedSaya kagum sekali dgn Dan Brown ini. Kagum dgn banyak hal. Pertama, alur di setiap cerita sangat bagus, tidak membuat kita bosan. Kedua, banyak sekali fakta2 mengagetkan yg membuat saya bertanya2 apakah hal tersebut benar? Tapi, saya percaya itu benar, karena di setiap bukunya, Dan Brown menuliskan fakta2 yang ada, seperti di buku Angel & Demon, Dan Brown menuliskan ”semua referensi mengenai benda2 seni, beberapa makam, terowongan, dan arsitektur di Roma adalah betul2 nyata (tepat sesuai dgn tempatnya) dan dapat disaksikan hingga kini. Persaudaraan Illuminati juga nyata”. Lalu, di bukunya yg berjudul Deception Point, Dan Brown juga menyebutkan bahwa semua teknologi yg ada di buku itu adalah nyata. Padahal teknologi2 yg ia sebutkan itu benar2 baru dan terdengar impossible. Heran pastinya, bagaimana si Dan Brown ini bisa mengetahui se-detail itu? Benar2 luar biasa riset yg dilakukan penulis ini utk bukunya. Ketiga, Dan Brown memiliki imajinasi yang luar biasa. Bisa menyelipkan fakta di tengah2 fiksi sehingga membingungkan pembaca, which one is fiction and which one is fact?

Dari keempat buku, favorit saya adalah Angel & Demon, menggeser Da Vinci Code menjadi favorit kedua saya. Mengapa Angel & Demon? Pertama, jelas karena ceritanya. Banyak teka-teki dan ambigram pula. Kedua, karena setting-nya di Eropa, tepatnya di Roma dan Vatican. Banyak disebutkan benda2 seni, museum2, sejarah2, membuat saya makin ingin ke negara2 Eropa tsb, hehe. Pertanyaan2 yg ada di benak saya ketika membaca Angel & Demon dari awal sampai akhir antara lain
1. Apakah benar prosesi pemilihan Paus seperti yg diceritakan?
2. Apakah benar Jalan Pencerahan menuju markas Illuminati itu benar2 ada?
3. Apakah benar Gallileo merupakan salah satu anggota Illuminati?
4. Apakah benar buku harian Gallileo berjudul Diagramma itu ada, beserta detail tulisan yg menjadi petunjuk Jalan Pencerahan (jika Jalan Pencerahan memang benar ada)?
5. Apakah Gereja Illuminati itu benar ada?

Maaf, bagi yang belum baca buku Angel & Demon, pasti bingung dan gak ngerti dgn pertanyaan2 yg saya list itu, hehe. Pertanyaan itu tidak utk dijawab kok. Hanya menunjukkan keheranan saya, dan menunjukkan betapa pintarnya si Dan Brown ini dalam mengungkapkan fakta sehingga membuat kita bertanya2 seperti itu. Jika ada buku kelima yang akan diterbitkan oleh Dan Brown, saya akan dengan senang hati menunggu dan membacanya (kalo gak beli, ya pinjem, haha). Ayo, cepatlah Mei datang, biar bisa nonton film Angel & Demon di Indonesia. Untuk yg niat nonton filmnya, ada baiknya baca bukunya dulu, karena biasanya kalau film yang diangkat dari novel, alurnya akan mjd cepat dan mungkin ada bagian yg dipotong dan membuat kita jadi gak ngerti.