I wouldn’t stay if it wasn’t for you

Entah bisikan jin mana yang membuatku berkata “ya, saya bersedia ditempatkan di kalimantan”. Tampaknya saat itu kewarasanku patut dipertanyakan krn aku mau saja kerja di pulau antah berantah tanpa sanak saudara disana tanpa tau bagaimana kondisi pulau itu. Jiwaku yg bebas dan senang mencoba hal-hal baru mendorong saya mengatakan hal itu tanpa ragu sedikit pun. Dan toh, kupikir, max. 3 tahun di kalimantan tak ada ruginya. Jika tak betah aku tetap bisa memutuskan untuk kembali ke kota asal saya, Jakarta. Aku penasaran dengan kalimantan, terutama kota Balikpapan yg sering disebut2 kotanya bersih sekali.

Dan tibalah 1 tahun kemudian, saya ditempatkan di Samarinda. Saya sama sekali tak menyangka akan kembali ke kota ini, setelah setahun sebelumnya OJT 3 bulan d samarinda dan menyimpulkan bahwa saya sama sekali tak suka kota ini. Saya saat itu berharap Balikpapan, bukan Samarinda yang kotanya tak jelas seperti ini. Jgn tanya ada apa saja di samarinda, karena akan kujawab, tidak ada apa2. Tak ada airport (kecuali utk pesawat2 kecil, padahal ini ibukota, helllooo???!!!). Yg seneng belanja, siap2 kecewa. Tak ada sogo, seibu, centro, bahkan trade centre disini. Cuma ada matahari, ramayana, dan robinson (yg d jkt sudah punah dr jaman kuda gigit besi). Yg suka kuliner jg jgn harap banyak. Makanan disini cuma ada soto lamongan, nasi pecel, dan nasi campur. Tak ada yg spesial. Angkutan umum tak jelas & tdk reliable. Kebun binatang disini tak terawat & menyedihkan (pdhl pendapatan kota ini hrsnya besar dr tambang2 batubara). Cuma ada 4 mall, tp menurutku yg layak disebut mall (itupun kecil kayak ciwalk bandung, tp msh bagusan ciwalk) cuma satu. Singkatnya, kota ini membosankaaan! Ya, positifnya, uangku jarang skali kubelanjakan krn tak ada yg membuat nafsu belanja dan makanku timbul. Negatifnya, uangku jd sering kupakai utk beli tiket pesawat pulang ke jkt tiap 3 bln skali krn aku tak betah di kota ini. Berbeda sekali ketika aku kuliah d bandung. Hanya dalam waktu 3 bulan saja, aku sudah jatuh cinta pada kota bandung. And till now, it still is my most favourite city in indonesia.

Kira2 6 bln setelah penempatanku, sekitar 90% hatiku bulat utk resign dan kembali ke jakarta, tempat dimana keluarga, teman2, dan hiburan berada. Ibuku pun sdh merestui ku utk resign dan cari kerja di jkt saja. Jodoh?? Ah, cari d jakarta jg aja, pikirku.

Akan tetapi, siapalah yg tau rencana Tuhan? Tak lama setelah keputusan bulatku itu, hatiku jadi dilemma. Karena ada seseorang yg entah bagaimana berhasil memunculkan kembali kupu2 itu dalam perutku, setiap kali kami ber-bbm dan bertemu. Orang itu jugalah yg dgn mudahnya bisa membuatku lupa akan rasa sakit hati akut stadium IV – ku. Padahal yg kami lakukan hanyalah saling berbalas gombal dan kelebayan. Ya mungkin itu yg menciptakan chemistry ini. He apprroached me unlike other men did. Perbedaannya simple, ia membuatku nyaman, tak seperti yg lain. Dan jg buatku penasaran😀.

Dialah yg membuatku mengurungkan niat utk meninggalkan kota ini secepatnya. Juga membuatku merelakan rekrutmen perusahaan impianku (krn jika diterima, aku akan kembali ke jkt). Love is blind, hahaha. Kupikir, yah tdk ada salahnya menunda rencanaku. Jika Tuhan makin mendekatkan kami dan bisa membuatku yakin akan dia, aku yakin itu akan adalah rencana Tuhan untukku. Maka Januari kami pun membuat komitmen. April kami mengikat janji utk ke jenjang selanjutnya, yaitu pernikahan yg terjadi pada Juli. Hanya enam bulan yg singkat untuk selamanya. Aku memang sejak dulu impulsif tapi aku tak pernah merasa seyakin ini sebelumnya. I’ve prayed and God gave me the answer, through him. Maka, meski kota ini bukanlah kota favoritku (hingga saat ini), tapi di kota inilah aku bertemu dgn nya. Aku bisa tahan tinggal di kota ini hanya karena dia. They said, “home is where your heart is”. My heart is in his, so I’m home.. Wherever he is, as long as I’m with him, I’m home..

Dear you… If it wasn’t for you, I wouldn’ t stay here.. I’d go anywhere with you.. But one thing for sure, in the end of our life, I want you to take me to heaven with you, coz it’s the only place where our love can everlast..

So, we can see that something happens for a reason. It must be the destiny that put me in this city. If 1,5 year ago, I screamed to God “why did you put me in deep misery and in this city, Goodd??? I have no one in this city to heal my heart..Whyyy??!!”. And God has showed me the rason.. And the reason is you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s