“The Dream Is Real” – Inception!

I have to write about this, I have to write about this… I don’t care though I’m so late posting about this movie. As I don’t care much if I were the last person on earth writing review about this movie too. Since this one is one of the coolest movie ever I’ve ever watched. Let me repeat it, EVER! I think it’s gonna be the best movie of the year 2010. Seriously. Okay, I admit, shame on me, that I had to watch this cool movie by DVD instead of in the real cinema (Thanx to Samarinda cinema that time which preferred to play eclipse movie to this one. Eclipse which i’m sure was rated below 5? Oh please…).

Truthfully, I was actually speechless, you know. I’ve been amazed by the main idea of this movie since the beginning of the movie. So the idea is, that you can create your own scene in your dream, take anyone else you want to join into your dream, and the best part is… that you can create your dream within a dream till you may have no idea which one is real and which one is a dream. How is that possible? How could Christopher Nolan (same director of Batman Begins and The Dark Knight) have such an amazing, brilliant, and super-creative idea of a movie? (if only I could borrow your brain, Nolan…). The story contains complex related details and some strange terms (such as subconscious, limbo, or totem) but no need to worry that you can’t swallow it.

Not only the story, this movie was also played by best actors. You can meet Leonardo Di Caprio (who doesn’t know him?), Ellen Page (if you watched Juno, you’ll know her instantly), Joseph Gordon-Levitt (I just remembered that he played in 500 Days of Summer), Cillian Murphy (you all know him too, I kinda think that he has unique face), Ken Watanabe (remember The Last Samurai movie?), Marion Cotillard, Tom Hardy, and Michael Caine. And the effect? No need to ask. It’s a W-O-W, double wow… and AWESOME!

FYI, actually, I kinda haven’t really understood what the meaning of inception itself here. In translator, you’ll find inception means ‘beginning’. Beginning as in affecting and changing people’s mind to be altered in new different perception? I’m not quite sure. Correct me if I’m mistaken. (P.S. : HK, please tell me whether my definition of Inception in this movie is correct, would you? Hehe….). In IMDB, this movie is rated 9.0/10 and now positioned in 5th rank of TOP 250 movies (what a record!) but i myself think that it’s a NINE PLUS PLUS rate, close to 10, perfect!

Advertisements

Wisa, Wisa, Wisa….

Wisa itu seperti surat ijin tinggal di suatu negara? Bukan, itu visa! Wisa itu suatu bentuk acara keagamaan umat Kristen? Bukan juga, itu Misa! Wisa itu seperti yg ada di lagu band-nya Hello kan, “Wisa-wisanya aku terlena”? Bukaaan, itu ‘bisa’! Hehehehe… So, apa itu Wisa?

Jgn ngerasa minder kalo belum tau istilah Wisa ini. Gw jg baru tau sekitar 2 minggu-an yg lalu. Bahkan ada orang asli Banjar yg sekarang tinggal di Samarinda menanyakan apa itu wisa ke gw yg sama sekali bukan orang Banjar. Hehehe… Jadi, iya, mungkin wisa hanya diketahui oleh warga Banjar dan sekitarnya. Wisa itu bukan nama makanan bukan juga nama hewan. Wisa itu nama suatu penyakit. Orang2 KalSel lah yg memberi nama penyakit ini. Istilah kedokterannya? Tidak ada. Ya, karena even dokter pun tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan penyakit ini.

Jadi, apa itu gejala-gejala penyakit Wisa? Gejala2nya hampir sama dengan penyakit kuning. Keseluruhan badan menguning, bahkan gigi pun sampe ikut2an menguning. Demam tinggi. Bahkan ada yg sampai muntah darah dan sulit untuk bangun.

Dimana dan bagaimana orang bisa terkena wisa? Kabarnya, penyakit wisa disebabkan karena tubuh kita terkena racun. Racun apa? Kurang tau, tapi katanya racun itu sengaja disebarkan oleh orang2 pedalaman yang memiliki kebun ke sekitar luar kebunnya, dengan tujuan agar tidak ada yang mengganggu kebun2 mereka. Ya lalu, gw tanya kan “gimana cara menyebar racunnya?”. Orang yg gw tanya tidak begitu tahu juga, tapi menurut dia racunnya disebar dengan bantuan semacam makhluk halus. Biasanya racun2 itu disebar di waktu-waktu tertentu saja, kira2 sekitar senja atau menjelang/setelah maghrib. Gw jg kurang tau media penyebarannya lewat apa, apakah lewat air atau udara. Karena ada yg terkena racun wisa itu ketika ia sedang mandi di sungai saat sore.

Gimana cara nyembuhinnya? Ada yg dibawa ke dokter, dirawat selama 10 hari, tapi tetep tidak bisa sembuh. Akhirnya sang pasien dibawa ke semacam orang ahli (entah dukun atau apa ya namanya) yg juga berada di daerah tertentu saja, kemudian disembuhkanlah oleh si orang ahli ini. Sang pasien dibawa ke orang ahli ini siang hari, dan ternyata malamnya si pasien -yg selama 10 hari di rumah sakit tidak sembuh2- sudah bisa sholat kembali. Apa yg dipakai si orang ahli ini utk menyembuhkan si pasien? Katanya sih cuma menggunakan air dan daun serta entah apa lagi. Yaaa bahan2 alam gitu deh. Apa disertai dengan bacaan2 doa dan mantra segala? Entahlah, kurang tau juga. Ada jg yg bilang bahwa cara menyembuhkan penyakit ini adalah si pasien harus diungkep (seperti ditimbun) menggunakan kembang2an.

Nah, gimana cara mencegahnya? Mereka cuma bilang hati2 saja kalau sedang berada di pedalaman atau hutan di Kalimantan. Sebaiknya kalau sudah sore (jika lagi di pedalaman), mending tinggal di dalam rumah saja, biar tidak terkena racun wisa itu.

Agak2 mistis gitu ya? Gw udah googling mencari referensi or artikel yg khusus membahas wisa, tapi tak kunjung menemukannya. Memang hanya orang2 sini saja yg tau penyakit ini. Gw juga belum pernah main2 ke pedalaman atau hutan kalimantan, gw selama ini tinggal di kotanya saja. Ya memang, seperti kata mama dan papa (hehe), dimanapun kita berada, di kota maupun di remote area, kita musti berhati-hati. Terutama di daerah yg sama sekali tidak kita kenal. Maaf sebelumnya, jika ada kesalahan info yg telah gw berikan soal penyakit wisa ini, karena gw jg belum menemukan sumber lain. Ini juga gw dapet dari share karyawan yg pernah mengalaminya sendiri dan yg memiliki kerabat mantan pasien wisa, saat safety talk di perusahaan tempat gw berada saat ini. Mungkin, jika ada yg tau lebih soal penyakit ini, bisa share2 jg ke gw, karena gw sendiri masih penasaran dengan wisa ini. Semoga bermanfaat :).

Nasi Itik Gambut & Soto Banjar Bang Amat

Udah lama kayaknya gw gak posting soal makanan. Ya semenjak gw keluar dari kota surga makanan, alias Bandung. Hehe.. Di Samarinda gw gak menemukan makanan unik dan menarik. Nah, kalau di Banjarmasin ini, masih lebih variatif dan unik makanannya, dibanding dgn di Samarinda. Okay, everybody knows about Soto Banjar. Kalau Soto Bandung berkuah kuning, Soto Betawi berkuah santan, Soto Banjar berkuah bening saja. Ada banyak tempat jual soto Banjar disini. Tapi, ada satu tempat yang menjual soto Banjar terenak sejauh ini yg pernah gw rasakan, yaitu Soto Banjar Bang Amat (based on Foursquare application, alamatnya adalah di Jl. Benua Anyar no.56). Restorannya di pinggir sungai gitu, jadi ada view sungai beserta kelotok2 yg kadang lewat, hehehe…

Second, another unique food that I just heard lately since I was in Banjarmasin is Nasi Itik Gambut. Nasi itik adalah nasi dengan lauk daging itik. Sementara Nasi Itik Gambut adalah nasi itik yang terletak di daerah Gambut (hahaha,, kurang ilmiah apa lagi penjelasan gw?). Ada banyak yg jualan nasi itik di daerah gambut, tapi kalau kata teman mekanik gw yg waktu itu mengantarkan gw makan nasi itik, tempat yg menjual nasi itik terenak dan juga harga tidak mahal adalah Nasi Itik Gambut Tenda Biru. Sayang sekali gw lupa di KM berapa itu tempat makannya. Konsepnya unik, seperti fast food aja. Nasi itiknya sudah disediakan banyak dalam bungkus daun pisang. Begitu datang, kita tinggal mengambil nasi itik yg sudah dibungkus2 itu, lalu cari tempat duduk kosong dan makan deh. Penasaran dengan bentuknya? Here are the pics.

Sebelum dibuka

Sesudah Dibuka

Rasanya menurut lidah gw sih oke2 aja. Enak. Tapi gw rasa kok soal penampilan dan penyajiannya masih kurang ya? Cuma nasi dan itik tok. Kadada (read: tidak ada – bahasa banjar) apa-apanya lagi nah. Dikasih lalap kek, or sayuran apa kek, biar lebih bikin segar dan berselera. Memang rata2 orang2 di sini kurang memperhatikan soal tampilan dan penyajian makanan. Padahal kan itu penting. Seperti prinsip gw, DO JUDGE THE BOOK BY ITS COVER. Penampilan or packaging itu penting, karena menyangkut kesan pertama.

Tampaknya masih ada tempat makan dan makanan unik dan enak lainnya di Banjarmasin. Yang unik lainnya, ada Lontong Orari. Yang enak lainnya, ada Ikan Bakar Fauzan dan D’Master. Tiga yg barusan gw sebut belum pernah gw coba, but recommended by other people. Yang udah gw coba lagi antara lain : Bakso Pal 1 (di banjar, pal itu sama artinya dgn kilometer) yg terletak di Jl. Ahmad Yani Km.1 , Nasi Bakar di daerah Kayu Tangi, dan Rumah Makan Kemangi (just tried the Iga Bakar).

Bicara soal makanan dan tempat makan di Banjarmasin, tidak seperti di kota2 di Kaltim (seperti Balikpapan dan Samarinda dan juga Sangatta), harga makanan di sini termasuk dalam kategori murah. Gw makan siang biasa menghabiskan rata2 sekitar Rp 8.000,- hingga Rp 13.000 saja. Begitu juga dgn makanan2 lainnya. Kalau di Samarinda, hmmm seporsi sate ayam dan es teh aja bisa 25ribu rupiah.

Kalo soal makanan ringan, disini ada jagung bakar (banyak di satu jalan tertentu kalau malam, yg gw lupa nama jalannya), batagor bandung jg ada, tahu crispy (seperti tahu brintik tp gak pake mayonaise), pentol, gorengan2 lah jelas standar (tapi disini ada saus khusus gorengan warna coklat yg rasanya sama sekali tidak pedas, lebih ke manis – sehingga gw lebih prefer makan gorengan pake cabe or lombok saja), dan lo jg bakal menemukan banyak gerobak yg menjual keripik singkong di sepanjang jalan apapun di banjarmasin. Kalo soal variasi makanan baik makanan berat maupun ringan, dibanding banjarmasin, samarinda, balikpapan dan jakarta; Bandung lah tetap pemenangnya… Ya nggak? Hehe 😀

Bike to Mandiangin & Barito

Just knew that Banjarmasin people love biking. Every weekend, Saturday and Sunday, you’ll see many people do biking, baik perorangan maupun berkelompok, di jalan2 baik dalam kota maupun luar kota. And luckily, gw dapet pinjaman sepeda dari salah seorang teman mekanik sehingga gw bisa ikutan acara “nggowes” sepeda TUSRA pada hari Minggu 14 november yg lalu. Hmm, gw terakhir naik sepeda kira2 kelas 2 SMA (No, I’m not kidding!), so i became so excited about the invitation since i used to like biking very much and i finally got cool activity to do on weekend. Tapiii,, dapet pinjaman sepeda aja gak cukup dong. Belum helm sepedanya, belum sarung tangannya. But luckily again, gw dapet pinjaman helm sepeda dan sarung tangan, hehe.. (Jadi apa yg gak gw pinjem? Baju n kacamata doang sepertinya… :p).

Medan yg dipilih utk bersepeda hari Minggu itu amat sangat menantang (well, apalagi utk ukuran newbie kayak gue), yaitu Mandiangin. Persepsi2 awal gw sebelum mulai sepedaan:

– Persepsi 1 : Jalannya pasti beraspal, kalaupun ga rata minimal berbatu lah.
– Persepsi 2 : Paling tantangannya cuma naik turun. Stamina and nafas gw pasti kuat. Meski gw udah sebulanan gak lari, tp gw kan dulu biasa lari 30 menit, bahkan pernah lari sampe 16 putaran. Jadi, gw yakin bs ngatur nafas dgn baik.
– Persepsi 3 : Pasti udara bakal panas banget deh. Siap2 menghitam.
– Persepsi 4 : Tanpa ribet2 atur gigi sepeda, gw yakin bisa bersepeda dgn lancar.

Nahhh,, apakah persepsi gw itu ada yg salah atau ada yg benar?
– Persepsi 1 : SALAH total! Jalanan tanah merah. Berbatu. Naik-turun alias fluktuatif banget. Berlumpur. Becek juga ada.
– Persepsi 2 : SALAH total! Seperti yg telah dijelaskan dgn kondisi jalan di atas, stamina bener2 terkuras. Gw beberapa kali jatuh. Sekali jatuh beneran sampe lecet lutut (hahahah,, memalukan… untung saksi mata cuma satu orang, yaitu Pak Made yg super baik, meskipun beliau tertawa pas gw jatuh). Melihat gw kewalahan, Pak Made bersedia menukarkan sepedanya dgn sepeda yg gw pake. Wah, baik bener dah, sepeda dia jelas2 lebih bagus, sampe gigi 9 gitu, jadi enteng, heheh… Dan beliau jg dgn setia nemenin gw di belakang, beri instruksi ganti2 gigi.
– Persepsi 3 : BENER! Gw udah bawa sun block sih, tapi males gw pake. Gw cuma pake kacamata hitam supaya gak silau.
– Persepsi 4 : SALAH total! Benga, karena gw msh kurang paham dgn ganti2 gigi, makanya gw sampe jatuh. Sekali lagi, untung ada Pak Made.

Secara keseluruhan, it was totally FUN and tiring of course. Kepala pusing krn kena panas, yes. Seluruh badan pegel2, yes. Sepeda jd kotor, yes. Sepatu n celana jg kotor, yes. Total perjalanan 17 Km. But I loved it.

That’s why I said “yes” for the second invitation for biking again last Saturday, 20 November. Kali ini inisiatornya adalah sang GM area dan tujuannya ke Jembatan Barito, jadi jalanan paling enggak beraspal, cuma ya lebih jauh. Peserta lebih sedikit, cuma berenam. Dan gw cewek sendiri. Alhasil, sementara para lelaki bersepeda dgn kecepatan mendekati kecepatan cahaya jauuuuh di depan, gw dgn kecepatan hampir sama dgn tukang becak menjadi tertinggal di belakang. Lagi2 bersama Pak Made yg setia menemani gw (padahal beliau bisa aja ngebut juga). Yg penting stabil dan kuat sampai tujuan, itu prinsip gw dalam bersepeda, hehe. Sampe jembatan barito? Ya foto2 dan istirahat. Berharap bisa nebeng mobil orang balik ke banjarmasin, tp ga mungkin. Untungnya perjalanan pulang terasa lebih cepat (kenapa yaa?). Di tengah perjalanan kami jg papasan dgn sekelompok bikers entah dari mana, menuju Banjarmasin. Total perjalanan 43 km (hehe..).

Ya, sama seperti olahraga2 lainnya, bersepeda bikin badan kita segar. Tapi, tentu perlu persiapan yg benar2 baik sebelum bersepeda. Here are the tips:

1. Pastikan sepeda dalam keadaan baik. Jangan pilih sepeda sembarangan. Pilih minimal dengan spec seperti ini : rem cakram, minimal shock breaker di bagian depan, memiliki minimal 7 gigi yg harus berfungsi dgn baik (kalo rusak mah mending ga usah sepedaan).

2. Pompa ban dgn tekanan secukupnya, beri cairan khusus antikarat di seluruh bagian rantai sepeda, pastikan jok sepeda tidak terlalu tinggi dan jg tidak terlalu rendah (ketika mengayuh, kaki jgn terlalu menekuk).

3. Gunakan helm sepeda (yg tidak kekecilan tentunya, haha), sarung tangan (supaya telapak tangan tidak sakit), dan kacamata hitam (lebih gaya itu pasti, hahaha, tapi yg jelas sgt berguna mencegah silau matahari).

4. Pakai lah celana khusus bersepeda, karena mengandung busa. Gw baru tau setelah sepedaan pertama kemarin. Yah taulah efeknya gimana kalau sepedaan tanpa celana khusus selama berjam2. Jalan jadi agak susah, ahahahaha…

5. To protect your skin from sun heat, if you use short sleeve t-shirt, gunakan manset tambahan. Pakai juga sun block yah… Jangan males kayak gua, alhasil muka gw belang lagi dah sekarang.

6. Siapkan botol berisi air minum! Air putih atau air isotonik, tergantung selera. Kalau pake botol aqua plastik gitu, siapin pengganjal or semacam tali or karet biar ga jatuh2 dari tempat nempelnya di frame sepeda. Kalau mau lebih enak, gunakan tempat minum yang berbentuk seperti ransel, ada sambungan selangnya ke bagian depan tubuh sehingga bisa diminum setiap saat.

7. Selain air, sedia juga hansaplast. Gw gak kepikiran waktu pertama, untung Pak Made (God bless Pak Made) menawarkan hansaplast pas gw jatuh n lecet itu :D.

8. Saran tambahan, klo pake celana panjang, pakai celana yg ringan dan yg ngepress ke kaki. Contoh seperti legging.

Beristirahat di Jembatan Barito (Ki-Ka : Pak Made - Mas Hanif - Pak Zai - Me)

Di Jembatan Barito (membelakangi sang GM area, hehe)

Awaiting to Read…

Udah lama gw gak baca novel lagi, deh. Semenjak OJT dimulai. Ada beberapa buku yang mengantri untuk gw baca. Antara lain : Blink, Naked Traveler 2, Negeri 5 Menara (belum beres gw baca, tapi udah niat gw kembalikan, errr.. blom gw balikin yak,bron? hadeeeehh…), dan Gossip Girl. Oooppss, Gossip Girl? Yap, I got this one from my friends (couple friends, who just became couple a day before my bday, hihi), who also planned for a surprise for me in the middle of the night in roof top, who also has gave a very delicious chocolate cake, who is Safia Kartini Adriana and his boyfriend Megasworo a.k.a Ega.

Here is the book…

With this attached card…

She must gave me this novel because we both like Gossip Girl TV series. Then, she recommended me to read the novel coz she thinks that the novel is much better than the TV series. I believe so! Well, gw akan bertekad nyelesain nih novel semua sebelum balik lagi ke jakarta deh. Tapi padahal gw niat mau nyari novel baru lagi disini.. Heheh… Anyway, i’m really grateful for having a friend like Safia. Thank you, mates…

And wait for the book review…. (lagi-kangen-ngereview-di-blog.com)

Image Alumni ITB…

For para alumni ITB, sering gak, ketika ditanya orang kuliah dimana dan kamu menjawab “ITB”, orang akan berespon seperti ini, “oh ITB? sayang banget kerja disini” atau “ngapain kerja disini?“. Bahkan gw pernah mengalami percakapan konyol dengan salah satu supervisor di perusahaan tempat gw bernaung selama 6 bulan lebih seperti ini:

Supv : kamu dari ITB gimana ceritanya bisa masuk kesini?
Me : ya kan ni perusahaan buka lowongan di kampus saya pak. Ya saya daftar lah.
Supv : berapa orang yang ikut tes nya?
Me : hmm,, banyak, lumayan..
Supv : maksud aku, yang anak ITB-nya…
Me : hmmmm…. (mencoba menghitung, sebenernya hampir semua saat itu peserta anak ITB, meskipun ada juga non-ITB seperti UnHas, tp gw sangat payah dalam mereka2 jumlah peserta saat itu)
Supv : (langsung nembak) jangan2 kamu doang ya yg dari ITB?
Me : (LOL) enggak kok, ada banyak… nih aku seangkatan ada 3 S1 ITB plus satu orang S2 ITB.

Yak, that’s the fact. Image alumni ITB adalah orang yang kerja di perusahaan asing bonafit seperti oil & gas company. Ada satu lagi image alumni ITB yg sudah melekat di banyak perusahaan. “Biasanya ITB ini sering pindah2 atau keluar nih“. Nah, itu dia, alumni ITB sudah terkenal dengan ke-kutu-loncat-annya. Gw sebagai salah satu alumni ITB, merasa capek mendengar komentar2 seperti itu setiap kali ditanya dan menyebutkan asal kuliah. Reaksi gw adalah tentu tertawa aja. Emang lucu kok. Lucu kenapa orang2 non-ITB berpikiran seperti itu. Tidak semua fresh graduate ITB bisa langsung tembus O&G company. Tidak semua alumni ITB itu kutu loncatan. Gw adalah salah satu yg tidak bisa langsung tembus O&G company dan gw merasa jadi kutu loncat itu gak enak. Gw adalah orang yg jika sudah berada di zona nyaman gw, seberapapun besarnya gaji, lebih baik memilih tetap tinggal daripada capek2 nyari2 perusahaan yg berani kasih gaji lebih tinggi. Kecuali gw sudah merasa tidak nyaman, merasa tidak memiliki passion disini, baru gw akan memikirkan untuk pindah. Hmm,, tapi apakah para kutu loncat itu juga merasa bahwa mereka baru bisa berada di zona nyaman ketika mereka bisa memperoleh gaji yang lebih besar ya? Entahlah, zona nyaman di setiap orang berbeda-beda.

Nah, kalo soal image alumni ITB itu bekerja di perusahaan2 asing yg bonafit? Hmm,, gak bisa dipungkiri, pikiran utk bekerja di O&G company masih ada di benak gw. Karena dari awal, mungkin dari gw masih usia sangat belia (hahah), gw amat sangat berminat utk bekerja di salah satu perusahaan minyak tempat bokap gw kerja sebelum pensiun. I always imagine working there since I know all the good things if I work there. But too bad, gw udah nyoba 2 kali mendaftar salah satu programnya, by internet, and failed di tahap administrasi. Entah ada kesalahan apa yg gw buat saat mendaftar administrasi itu (damn internet recruitment system!). Sampai pada akhirnya gw masuk di perusahaan ini and accepted the offer walaupun hati masih super penasaran dengan perusahaan idaman gw. Yah,, kalo sekarang sih prinsip gw, jalanin aja dulu. Wajar kalau sekarang2 ini merasa tidak begitu nyaman & tdk jelas karena masih dalam program MT setahun ini. We’ll see ketika gw sudah ditempatkan dan jadi karyawan tetap 6 bulan kurang lagi (insya Allah kalau lulus, amiiin…), apakah gw bisa nyaman dan berkembang di perusahaan ini? Jika ya, then I’ll stay. Tapi kalau gw merasa tidak nyaman, tidak bersemangat, dan tidak merasa bisa berkembang disini, sorry to say (mengikuti gaya khas salah satu mentor kami, heheh), gw terpaksa harus menyebar CV lagi ke tempat lain.

Yang jelas, apapun yg terjadi, sampai sekarang maupun pada nantinya, gw gak akan menyesali pilihan gw utk menerima offer di perusahaan ini. Karena, meskipun perusahaan ini masih memiliki banyak kekurangan, masih perlu banyak pembenahan, this company is a very great place to learn. You’ll get many valuable knowledges here, baik dari segi bisnis maupun dari segi personal seperti pengembangan diri dan leadership. This company is also owned by a very great man, seorang bangsa Indonesia asli yg saya banggakan, yang patut menjadi panutan setiap orang karena tujuan mulianya, kepemimpinannya, dan kerendahan hatinya. Bahkan banyak orang yg berkata seperti ini, termasuk salah satu mentor project gw, “kamu kalau ingin cari kerja di tempat lain, begitu perusahaan itu tau kamu lulusan perusahaan ini, kamu akan bernilai tinggi di mata mereka“. Ya, semoga saja gw bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik dan tercocok buat gw.

I just believe that this is my way. Ini lah jalan gw. Jalan yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah utk gw. I believe that this way will lead me to the best place for me.

God gives us what we need, instead of what we want…

Aku sudah memutuskan,
Aku tidak mau bersama seorang pembohong besar yang lihai seperti dirimu…
Tidak bisa aku membayangkan diriku,
Menjadi seperti dia yang kau bohongi mentah-mentah di hadapannya…

Aku butuh seseorang yang jujur,
Yang tidak pernah menyembunyikan kebenaran dariku,
Yang tidak akan pernah mengkhianati kepercayaanku,
Yang tidak akan pernah menyakiti hatiku…

Sementara kau…
Kau mungkin yang aku inginkan dahulu,
Tapi kau bukan yang aku butuhkan saat ini, maupun di saat-saat berikutnya…
Kau bukan orang yang tepat untukku…

Kan kuserahkan semua kepada Tuhan,
Dia yang tahu siapa yang terbaik untukku,
Dia yang telah menjauhkan hatiku dari hatimu,
Karena Dia yang paling tahun akan apa yang aku butuhkan,
Dan itu bukan kau…

Dan juga semoga Tuhan akan berpihak padanya,
Bukan padamu,
Karena seseorang seperti dia juga terlalu baik untukmu,
Dia pantas mendapatkan yang lebih baik darimu juga..
Tapi aku bukan Tuhan,
Yang tahu mana yang terbaik dan mana yang tidak,
Bahkan untuk diriku sendiri.

Semoga Tuhan mendengar doa-doaku..
Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untukku…
Semoga Tuhan membalas sakit hati dan ketidakadilan yang telah aku rasakan..

Dan aku berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik bagi-Nya dan bagi lainnya…