Eat. Pray. Love. (Quick Review)

Feel no more appetite in your life? Try to Eat in Italy. Want to know how to control yourself? Learn to Pray in India. And everyone has Love in Bali. That is what Liz (Julia Roberts) did in a year after her painful divorce with his husband and break-up with his latest boyfriend. She felt that everything she did just went wrong and decided to try to find herself back through the journey of those 3 places.

Ya, intinya ceritanya seperti itu. Simple. But I really like the idea. Karena makan, berdoa, dan cinta memang merupakan 3 elemen yang bisa membuat kita lebih ‘hidup’ daripada hidup. Jadi, berdoalah sebelum makan makanan enak bersama orang2 yang kita cintai. Lengkap kan rasanya? 😀

Power Balance?

Nope, that bracelet is not mine. I’m just curious what its function is. Someone told me that tu gelang berfungsi utk menyeimbangkan antara kekuatan dan kelemahan kita. Katanya hologram di gelang itulah yang dapat beresonansi dan merespon energi natural ke dalam tubuh. Gak ngerti gimana caranya bisa jadi membalance kan kekuatan. Katanya juga sih, klo harga gelang aslinya itu mahal. Hmmm… menarik sih.. Ada gak power balance bracelet utk kelemahan utama gw, yaitu pelupa?? hehe…

10.10.10

Pasar Seni ITB. Sebuah acara, yang biasanya selalu besar2an dengan sponsor besar2an juga, yg diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Berapa jumlah pawang hujan yang disewa demi kelancaran acara ini? Kabarnya sejumlah LIMA pawang hujan! Hasilnya? Bukan cuma cerah, tapi panas sepanas-panasnya, sodara-sodara. Muka gw udah kaya udang rebus. Ramenya? No need to tell. Gak cuma mobil yg bisa macet, pejalan kaki juga bisa.

Well, gw cuma bisa ceritain sekilas soal pasar seni ITB ini, krn saking ramenya itu, gw cuma mampir ke beberapa stand seni, dan foto-foto tentu. Yg jelas disana ada banyak orang berkostum unik, stand-stand yg jual kerajinan tangan, parade-parade seni, band-band, everything about art was here. Hasil comotan pasar seni kemaren? Cuma kalung dan kaos marchandise asli pasar seni ITB, plus many photos, hahahaha….

Yang jelas, my visit to Pasar Seni ITB kemaren sedikit mengobati rasa kangen gw dengan kota favorit gw itu. I miss the weather, I miss the crowd, I miss the foods especially. Gosh, lo gak akan pernah nemuin makanan seunik seenak dan sevariatif di Indonesia kecuali di Bandung. Kenapa gw cuma bilang “sedikit” mengobati? Karena gw ga sempet utk menginap di Bandung, jadi gw tidak sempat menapak tilas (pinjam istilahnya si brondong dari HongKong, heheh) kuliner2 yg ada di Bandung. Padahal gw udah amat sangat kangen dengan Bebek Borromeus, Ayam Bakar Talago Biru, Warung Cemar, Iga Bakar Jangkung, Lumpia Basah, Tahu Brintik, dan lain-lain. Maybe next time… wait, gw ralat… DEFINETELY next time, I’ll see you and enjoy you again, Bandung….. 🙂

Unique costumes

Replika Patung 3 Mojang yang kontroversial itu

seribu satu layang-layang

Foto orang melotot, gunung sepeda, tabung gas gelantungan 😀

....and I love Bandung....

See You, Bandung….

TIME CAPSULE

Just went to Pasar Seni ITB last week, tepatnya di tanggal keramat, tanggal 10 bulan 10 tahun 2010, and found out a time capsule planted in ITB earth. Mmmm,, time capsule apaan yak? Kalo gak salah, in one movie I watched, di dalam time capsule itu, setiap orang menuliskan sesuatu tentang masa depan, entah itu pesan ataupun apapun, disimpan dalam sebuah capsule atau tabung, untuk dibuka di masa depan. Well, yg jelas, I wasn’t there when the time capsule was planted in there, since I have graduated since April 10, 2010. Tapi harusnya tgl 22 April itu gw masih di Bandung sih. Kemana gerangan gua saat itu yak? Dunno lah. Let’s see 10 years more, apa isi time capsule itu?

One first question popped up in my mind when my friend and I saw that time capsule was “kayak apa ya kita 10 tahun lagi?”, and my friend said “jadi orang sukses, punya suami n anak”. Hahahahaha… Amin, amin….