Partly Cloudy

Partly Cloudy adalah sebuah film pendek baru dari Pixar yg ditayangkan tepat sebelum film UP yg tayang di bioskop. Film pendek ini menurut saya baguuuusss banget, membuat mata saya agak2 berkaca-kaca pas endingnya.

Sebenernya pengen gw ceritain ceritanya dari awal sampe akhir,, tapi harus nonton beneran biar kerasa feeling-nya. Jadi, mending baca aja sinopsisnya….

Everyone knows that the stork delivers babies, but where do the storks get the babies from? The answer lies up in the stratosphere, where cloud people sculpt babies from clouds and bring them to life. Gus, a lonely and insecure grey cloud, is a master at creating ‘dangerous’ babies. Crocodiles, porcupines, rams and more—Gus’s beloved creations are works of art, but more than a handful for his loyal delivery stork partner, Peck. As Gus’s creations become more and more rambunctious, Peck’s job gets harder and harder. How will Peck manage to handle both his hazardous cargo and his friend’s fiery temperament?

Gw suka banget ngeliat ekspresi Gus, si awan abu-abu yg sangat ekspresif, sampe ikutan sedih nontonnya. Ini adalah film pendek Pixar yg paling bagus yg pernah gw tonton… 🙂

storks

partly cloudy 7

Peck And Gus

peck and gus

peck and gus 2

peck

Gus

Speaking of PILPRES 2009

I haven’t spoken anything about last election which was held in July 8th 2009. Well,, now I want to talk about it, even though the election is over. Ngomong2 ttg hasilnya, saya ga nyangka aja hasilnya ternyata bisa seperti itu. Kecewa? Enggak, justru sebaliknya. Sebelum pemilu dimulai, saya sempatkan menonton acara-acara yang mengupas tentang kepemimpinan dan kepribadian dari masing-masing capres. Seperti sebuah acara di Metro TV yang sangat bagus menurut saya, yang membandingkan ketiga pasangan calon dengan menganalisis gaya kepemimpinan, kecenderungan motif-motif mereka, kemudian menampilkan perbandingan mereka dalam bentuk grafik-grafik. Sungguh menarik dan jadi tahu siapa saja yang memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding calon lainnya. Selain acara tersebut, tentu saja saya cukup mengikuti debat-debat para capres dan cawapres di TV. Unik sekali jika melihat debat itu. Jadi terlihat bagaimana cara mereka berbicara sebenarnya, sehingga kita bisa mereka-reka bagaimana sikap mereka dalam mengambil keputusan.

Satu calon terlihat seperti ngomong ala kadarnya, dengan kecepatan bicara yang sedikit menyaingi kecepatan truk-truk yang lagi jalan di sebuah tanjakan. Ngomong yang tidak langsung to the point, sehingga kurang dimengerti intinya apa. Sama sekali tidak terlihat seperti gaya bicara pemimpin yang biasanya lugas dan berbobot. Ia tipe orang yg impulsif, yang mengambil keputusan tanpa berpikir, serta paling tidak visioner dengan kompleksitas intelektual paling rendah di antara calon2 lain (berdasarkan hasil analisis seorang psikolog politik dari UI). Jadi, menurut saya dia itu bukan leader dan juga bukan thinker.

Sementara calon kedua berbicara cukup cermat dalam membungkus pilihan kata-katanya, sehingga terlihat jelas bahwa ia adalah orang yang hati-hati. Mungkin dia bukan pengambil keputusan yang cepat, tapi dia tampak seperti orang yang mengambil keputusan dengan memikirkan aspek-aspek secara keseluruhan terlebih dahulu. Jika dia marah, gaya amarahnya tidak meluap-luap, orang yang sangat terkendali namun tegas. Kelebihan dia dibanding calon2 lain yaitu memiliki motif afiliatif paling tinggi, artinya dia senang membina hubungan dengan orang lain dan itu merupakan sumber utama kepuasan dia. Jadi, calon ini bisa dibilang adalah seorang thinker who lead.

Calon terakhir terlihat paling memukau diantara calon-calon lainnya karena terlihat paling bersemangat dalam memberi pendapat. Kadang sedikit menyerang pihak lawan. Kemampuannya memimpin tidak usah diragukan lagi, karena beliau sudah memimpin banyak perusahaan selama ini. Dia tergolong orang dengan tipe pengambil keputusan yang cepat. Cepat tidak selalu bagus. Pengambil keputusan yang cepat akan bagus ketika berada di situasi yang urgent dan membutuhkan penanganan cepat. Salah satu kelebihannya yaitu dia merupakan orang yang paling visioner di antara calon2 lainnya, yang paling bisa berpikir jauh ke depan. Oleh karena itu, calon 3 ini bisa dibilang adalah seorang leader who think.

Yah, sebenarnya menurut saya jika calon 2 dan 3 digabungkan, tampaknya mereka sebenarnya sangat serasi. ’Thinker who lead’ memimpin bersama-sama dengan ’leader who think’, bukankah itu sangat cocok? Entah apa yg membuat mereka terpisah. Mungkin ada pihak-pihak yang menginginkan mereka berpisah demi keuntungan pihak mereka sendiri. Hanya 1 pasangan di antara 3 pasangan tersebut yg paling sreg buat saya sejak awal.

Pasangan pertama… well, menurut saya, benar2 di luar option saya. Si capres pernah gagal terpilih dan seperti yg saya perhatikan bukan leader dan juga bukan thinker. Saya tidak bisa membayangkan dia sebagai pemimpin dan pengambil keputusan. Mungkin dulu ketika ia menjabat presiden, orang-orang yang berada di belakangnyalah yg mengambil keputusan untuk dia. I can’t understand, kenapa sampe ada segitu banyaknya pendukung dia. Is it just because it’s a she? Menurut kata seseorang di TV (saya lupa siapa), capres ini memiliki begitu banyak pendukung yg setia dengannya karena melihat dia telah membangun partai dari nol sampai besar sekarang. Pasangan calon 1 hampir sama tidak menguntungkannya bagi bangsa ini. Dia pernah dituduh melakukan pelanggaran HAM berat di jaman orde baru dulu. Apakah orang-orang yg dulu meneriakkan kata ’reformasi’ keras-keras dulu sudah lupa hal itu? Bukankah kita sudah menyatakan ingin lepas dari orde baru? Kenapa orang orde baru kini dipilih lagi? Ada yg ga beres dengan otak bangsa kita ini.

Pasangan yg kedua, well,,, awalnya saya agak kecewa dengan pemilihan pasangannya. Tapi, tampaknya, mungkin ada baiknya dia memilih pasangan itu. Capres 2 terlihat agak lemah dalam bidang ekonomi, sementara pasangannya sudah berada di bidang ekonomi sekian tahun. Hanya saja, kepribadian kedua orang dalam pasangan ini terlihat mirip di permukaan. Sama-sama jawa tulen. Keduanya sama2 thinker who lead. Kelebihan sang cawapres 2 ini adalah kemampuan dia berpikir efisiensi. Ekonom biasanya mengutamakan efisiensi. Tampaknya capres 2 ini memilih dia sebagai pasangan karena harapannya untuk perekonomian yang lebih baik lagi ke depannya.

Sementara capres 3, well, I’m disappointed with him choosing his spouse. Pasangannya merupakan orang yg telah berkhianat keluar dari partai aslinya. Lebih buruknya lagi, dia terlibat kasus pelanggaran HAM berat dunia. Well,, benar atau tidak keterlibatan dia dalam pelanggaran HAM, yang jelas dunia sudah menilai buruk ttg dia melihat recordnya yang buruk. Apakah kita mau punya pemimpin yang bahkan tidak dipercayai oleh dunia? Di acara KICK ANDY, dia pernah ditanya : ”bagaimana jika suatu saat Anda diharuskan pergi ke AS. Apakah Anda berani?” Pertanyaan yg sangat blak-blakan. Pihak AS memang mengenal dia, tapi bukan karena reputasinya yg baik. Cawapres ini tidak menjawab bahwa dia berani, hanya ngeles dgn kata-kata lain. Dia tertolong oleh pesona capresnya. Saya yakin, orang memilih pasangan ini hanya karena sang capres, bukan karena cawapresnya juga.

Yang buat saya agak kecewa dari ketiga pasangan adalah, hampir semua merupakan orang lama. Yang itu-itu saja. Orang yg berkibar di orde lama, lalu lama tidak muncul, tiba-tiba muncul jadi cawapres. Orang yg pernah gagal tidak terpilih mencalonkan dirinya lagi. Bahkan ada calon yg dulu mencalonkan dirinya jadi capres, kini jadi cawapres dengan partai pecahannya hanya karena yang penting dapat posisi. Ahhh,,, apakah segitu pentingnya bagi mereka kekuasaan itu? Gaji presiden, jika mengutip kata2 Andy dalam Kick Andy, hanya sekitar 63 Juta Rupiah. Padahal jika dibandingkan dengan pendapatan dan aset mereka yg berasal dari sana-sini, bisa melebihi nilai itu. Segitu ambisiuskahnya mereka hanya demi sebuah jabatan terpenting di negeri ini? Apakah motif mereka pure utk memperbaiki bangsa ini? Saya meragukannya.

Benar kata ayah saya, masing-masing dari capres sekarang tampaknya kurang baik dalam menerapkan regenerasi, sehingga orang itu-itu saja yg dicalonkan. Bukan cuma yg jadi capres sekarang, pemimpin-pemimpin partai lain tampaknya kurang berhasil dalam melakukan regenerasi. Jika ya, tentunya ada bibit-bibit pemimpin baru yang masih lebih muda dan fresh sekarang ini. Pemimpin muda dan berpengalaman lah yang ideal untuk setiap negara. Yah, walaupun kita masih menuju kesempurnaan, mudah-mudahan, yang terpilih ini bisa membawa kita ke kehidupan yang lebih baik. Sekarang, belum apa-apa, mereka sudah dibebankan dengan sebuah tugas penting yang tidak mudah, yaitu menumbuhkan kembali kepercayaan dunia kepada Indonesia. Semoga Allah memberi jalan bagi mereka untuk mewujudkannya.

My Passion to Write

Speaking of semangat menulis… Saya jadi mengingat-ingat sendiri, kapan ya saya mulai hobi menulis? When I was a kid or teenager, I never say that I have a hobby in writing. I ever tried to write some short stories, but just reading it I know they’re not good ones. So I know, I’m not talented in writing stories.

Tampaknya awal mulanya saya mulai suka menulis adalah ketika saya menginjak kelas 2 SMA. One time, my Indonesian teacher gave us task to write a short article about ‘Valentine’. Setelah diberi tugas macam itu, saya justru merasa excited. Dan ternyata, my Indonesian teacher seems satisfied with my writing that gave me a score beyond my expectation. I was so happy, knowing that I’m not as bad as I thought in writing.

Mungkin tugas itulah yg membuat guru bahasa Indonesia saya kemudian mendaftarkan saya dan satu teman sekelas saya untuk ikut sebuah lomba karya tulis yg diselenggarakan oleh PT. PLN untuk tingkat SMA se-Jabotabek. Ketika beliau meminta saya untuk ikut lomba itu, jujur saya ga pede abis. I mean, kali ini bukan short article yg cuma 1 halaman saja, tapi harus minimal kurang lebih 3 halaman (saya lupa harus berapa kata syarat karya tulisnya)! Well, I’m not a pessimistic, but I wasn’t confident either when I had to give my writing. Again, beyond my expectation, ga disangka ternyata saya memenangkan lomba itu dan memperoleh hadiah sejumlah uang. I barely believed it! But in other side, I was gratefull.

Kejadian itulah yg membuat saya sadar bahwa sebenarnya saya senang menulis. Setiap membaca novel, jika melihat gaya tulisan penulis tertentu yg menarik menurut saya, saya pun menjadi iri. Ingin bisa menulis seperti mereka. Saya merasa, menulis itu tidak begitu perlu membutuhkan kata-kata atau istilah-istilah bagus. Menulis itu yg penting adalah, bagaimana caranya agar pembaca senang membacanya, tidak merasa bosan, dan bagi saya, saya ingin mampu menulis dengan gaya yang juga mampu membuat orang yg baca ikut tersenyum. Contoh nama-nama penulis Indonesia yg saya suka gaya tulisannya adalah Adhitya Mulya dan Trinity (penulis the naked traveler). Buat saya, gaya tulisan mereka itu ringan dan mudah dinikmati, menyegarkan, dan mampu membuat saya ikut tersenyum. Tidak bosan dan lelah rasanya jika terus-terusan membaca tulisan mereka.

Merekalah yg membuat saya ingin mencari pengalaman-pengalaman baru, sehingga saya bisa menuangkannya ke dalam tulisan dan membaginya kepada teman-teman. Meskipun menulis memang hanya menjadi hobi saya saat ini, saya tetap ingin belajar menulis lebih baik lagi… Dan sebagai orang yg masih belajar, maap yah kalo ada tulisan saya yg jelek atau standar. I’ll keep improving, hehehehe 😀

Semangat Menulis Melesu

Akhir-akhir ini, saya lihat, sedikit sekali teman2 saya yg update dengan blognya. Kebanyakan, postingan terakhir mereka sudah tertanggal sejak dari lebih dari sebulan yg lalu.
Tidak seperti, ya kita sebut saja 2 atau 3 bulan sebelumnya, dimana banyak yg membuat blog baru, dan meng-update tulisan di blognya setiap kurang lebih 2 hari sekali.

Tampaknya, semangat menulis di antara teman-teman saya sedang menurun. Seperti halnya yg juga terjadi dengan saya. Jika bulan lalu, seringkali saya dapat ide untuk postingan saya dan saya biasanya update blog 2 hari sekali, sekarang rasanya malas sekali untuk membuka blog, baik untuk blog walking ke blog2 teman maupun utk meluangkan waktu untuk menulis lagi. Sudah jelas sekali tampaknya, penyebab kelesuan blog ini. Oknum utamanya, tidak lain tidak bukan adalah si TA. Si TA ini membuat perhatian para teman2 blogger saya dan saya sendiri tercurah 99% kepadanya. Bayangin aja, bangun tidur, yg ada di benak kami pasti TA. Sebelum tidur, hal yg terakhir dilakukan mostly TA. Kalaupun sebelum tidur, kami bukannya mengerjakan TA, tapi pasti kita mikirin juga si TA ini.

Saya tidak lagi merasakan senangnya menulis di blog seperti dulu semenjak sibuk mikirin TA. Jika dulu, saya senang menulis sebaik mungkin, dengan kata-kata yg dirangkai sebaik mungkin agar orang bisa enak bacanya, sekarang boro-boro deh. Kalaupun ada hal yg ingin di post-kan, tulisnya seadanya aja, ga pake mikir panjang-panjang bagusnya gimana.

Jadi, saya bertekad untuk menyelesaikan si TA ini secepatnya. Supaya saya bisa kembali merasakan senangnya menulis. Supaya saya bisa merasakan lagi senangnya mendapat ide untuk tulisan berikutnya dan senang untuk mewujudkannya menjadi tulisan yg bagus.

Saya juga mendoakan teman2 saya, supaya TA-nya cepat beres juga. Biar saya bisa melihat kembali tulisan-tulisan bagus mereka. Ayo, kawan! Kita pasti bisa! 🙂

Another tragedy in July 17, 2009

Jumat pagi, 17 Juli 2009..
Kebetulan hari Jumat pagi itu, saya juga berada di Kuningan,
Untungnya, lokasi gedung tempat saya tes berada cukup jauh dari letak terjadinya tragedi itu…
Walaupun begitu, berita bom itu sudah membuat ortu saya cukup cemas hingga menelpon saya walaupun mereka tahu kondisi tidak memungkinkan saya untuk menjawab telepon mereka..

Untungnya letak kejadian itu tidak berada di dekat tempat saya berada saat itu, karena saya tidak akan sanggup melihatnya, melihat korban2 yg berdarah itu..
Saya prihatin, saya sedih…
Terlebih lagi karena ini bukan pertama kalinya.
Beberapa teori pun merebak.
Ada yg bilang masalah agama, ada pula yg bilang masalah politik, ada pula yg bilang masalah olahraga karena rencana kedatangan sebuah tim sepak bola Inggris ternama yg akan menginap di hotel naas itu.

Jika memang benar pelaku itu melakukan bom bunuh diri karena masalah agama, dan mereka rela mati karena mengaku menjunjung tinggi suatu agama tertentu.
Maka pendapat saya, Bullsh*t!
Mereka boleh mengaku berjihad,
Tapi menurut saya mereka sama sekali tidak beragama.
Karena tidak satupun agama yg membenarkan membunuh orang2 tak berdosa dengan cara keji seperti itu.

Jika motif mereka politik, jika mereka sampai rela mati untuk membuat bangsa ini lebih baik.
Maka pendapat saya, what an idiot they are!
Indonesia sudah mulai dipercaya sebagai negara aman semenjak teroris yg terdahulu ditangkap dan dihukum mati. Begitu dipercaya sampai tim elite dari negara Inggris mau datang menemui fans-fans mereka.
Justru karena cara mereka yg benar2 salah itu, Indonesia sekali lagi harus mengais-ngais untuk menumbuhkan kembali kepercayaan bangsa asing terhadap kita.

Siapapun pelakunya, semoga mereka tertangkap. Dua jenis pengadilan sedang menanti mereka. Pengadilan dunia dan pengadilan akhirat. Saya pun ingin mengucapkan, turut berbela sungkawa kepada para korban yg tak bersalah yg telah meninggal.

Jajan di Festival Jajanan Bango

Sabtu, 11 Juli 2009, untuk pertama kalinya gw pergi ke lapangan Tegalega di Bandung, dalam rangka : 1. memenuhi ajakan teman karena ada festival jajanan Bango, 2. bosen juga seharian di kosan, 3. pengen makan sesuatu yg baru.

Berangkat dijemput Martha yg baik hati dan siap peta di tangan (karena ga ada yg tau dimana lapangan Tegalega itu) pukul 7.30 malam. Untung perut ini baru diisi makan siang pukul 3 sore tadi (gini nih, klo ga ngampus) jadi belom gitu laper. Kita seharusnya bisa sampai jam 8 malam di sana kalau saja tidak harus menjemput seseorang (yg rumahnya juga kita tidak tahu) dan kalau bukan malam minggu yg ramai tenan di Bandung ini. Jadilah, setelah muter-muter nyari pintu gerbang di jalanan yg amat sangat ramai dipenuhi oleh mobil2 berplat B, dan akhirnya dapet parkir juga, kami pun udah ga sabar menuju tempat stand2 makanan itu berkumpul.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8.45 (kira2, apa udah jam 9 ya? saking lapernya, udah ga mikirin jam). Di bagian tengah lapangan, dari kejauhan sudah terlihat kumpulan stand berwarna putih. Perut bunyi, bibir ngeces. Hahahaha….

Risikonya ikutan festival gini malem2 adalah stand2 makanan yg terkenal enak pasti udah pada habis duluan, terlihat dari stand nya yg sudah kosong. Secara acaranya berakhir jam 10 malam. Banyak banget standnya sampe bingung milih mana. Ada stand Iga Bakar Jangkung (tapi udah habis dan kosong, ya iyyalaahh), stand Kupat Tahu Gempol (penasaran pengen nyoba, secara sering muncul di TV, tapi masa laper2 malem gini makannya kupat tahu?), Ayam Bakar Taliwang, RM Laksana, Seafood HDL Cilaki (tapi harganya mahal2), Batagor Elizabeth, Otak-otak Bakar Bu Le (gimana sih tulisannya?), Warung Lela, dan masih banyak lagi lah. Ada stand yg menjual Ayam Kodok. Penasaran, pengen nyoba, tapi pas liat harganya, jadi nyari stand lain ajah (satu porsinya 80ribu, bo’, alamak!). Muter-muter ga jelas, gw pun memutuskan pengen beli ayam bakar Taliwang aja (emang lagi pengen berasa yg pedas dan manis). Kalo paketan (ayam bakar, nasi, plecit kangkung / urap, tahu, tempe) harganya Rp25.000. Tapi, gw cuma pengen ayam bakar, nasi, dan tahu doank. Gw pikir klo ga pake plecit kangkung itu harganya jadi Rp 20.000 lah kira2, tapiii ternyata gw cuma perlu bayar Rp12.000 saja. Sementara Acid beli yg paket, ya harus bayar Rp 25.000. Gw ma Acid ngerasa ada yg aneh. Masa ga pake sayur harganya beda 13ribu??? Udah gitu, paha ayamnya kecil pula, kurus. Ayam paan nih? Tapi, ya untung rasanya memang enak.

Yang lain, si Martha beli Nasi Bakar Halilintar, Sahat beli Nasi Tim Ayam (dilengkapi baso berbentuk hati), Didi beli Sop Kaki Kambing. Selama kami makan, di panggung ada Krisdayanti yg sedang nyanyi dan juga band-band lainnya. Selesai makan, acara malam mingguan rame2 itu kami tutup dengan foto-foto!

bango1

bango2

Pas lagi foto2, tiba2 mendengar suara orang manggil nama gw. Gw pun berputar, dan ternyata yang manggil gw adalah Desis, teman SMA gw. Seneng bisa ketemu orang disana, hehe.. Bisa dimanfaatin juga buat juru foto kami 2 kali (hahahaha…). Waktu sudah menunjukkan lewat kira2 pukul 10.30 malam ketika kami memutuskan untuk berpisah. Panggung sudah kosong, para penjaga stand sedang beres-beres.

Makasih, Ta, udah ngajak kesana. Kalo mo makan2 enak lagi, ajak2 lagi yaaa… hehehehehe…

Haru Biru Pelepasan Sang Raja Pop Dunia

Meninggalnya seorang King of Pop benar2 jadi perbincangan hangat semua orang akhir2 ini. Mulai dari penyebab kematiannya, agama yang terakhir dianut Jacko, rencana letak pemakamannya yg sampai kini masih misterius, hutang semasa hidupnya yg mencapai 12 Trilyun Rupiah, hingga kemunculan bayangan menyerupai dirinya di rumahnya di Neverland. Sang Megastar ini sudah meninggal kurang lebih 2 minggu yg lalu, tapi setiap hari pasti ada aja yang menayangkan berita sang legendaris ini.

Pelepasan Michael Jackson sendiri baru saja diadakan beberapa hari yg lalu, tepatnya tgl 7 Juli 2009 di Staples Center. Di acara tersebutlah, untuk pertama kalinya putri dari sang raja pop tersebut menampakkan wajah aslinya. Begini kira2 kata2 yg diucapkan oleh Paris Jackson, putri Jacko tersebut.

“I just wanna say… Ever since I was born, Daddy has been the greatest father you can imagine. I just wanna say that I love him…. so much”

Dan itulah penutup acara pelepasan Michael Jackson. Dan bagian itulah yg membuat mata saya berkaca-kaca melihat cara Paris menyampaikan rasa sayang dan rasa kehilangannya yg sangat dalam itu kepada ayahnya hingga akhirnya Paris pun tidak dapat menahan air matanya di akhir kalimatnya.

Yah, bagaimanapun juga, sang megastar itu telah pergi untuk selama-lamanya. Apapun agamanya, apapun kebenaran berita miring yg selama ini menerpa dirinya, pada kenyataanya orang2 terdekatnya mengakui bahwa ia telah menjadi sosok ayah yg sangat penyayang. Mari kita kenang kebaikannya saja, biarlah kejelekannya menjadi urusan dirinya dan Tuhan.

Tidak akan kita dengar lagi suaranya. Tidak akan kita lihat lagi aksi panggungnya yg khas.
Namun, namanya akan selalu ada dan dikenang banyak orang.
Banyak lagunya yg saya suka, terutama lagu2 yg bertema tentang anak2 dan lingkungan. Satu lagu yang pasti akan saya kenang dan saya senangi sejak dulu..

Heal The World
There’s A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You’ll Find There’s No Need
To Cry
In This Place You’ll Feel
There’s No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

If You Want To Know Why
There’s A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love’s Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

And The Dream We Were
Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We
Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul
Though It’s Plain To See
This World Is Heavenly
Be God’s Glow

We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All
My Brothers
Create A World With
No Fear
Together We’ll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn
Their Swords
Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough
For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

You And For Me

You And For Me
Make A Better Place
You And For Me
Make A Better Place
You And For Me
Make A Better Place
You And For Me
heal the wordl we live in
You And For Me
save it for our children
You And For Me
heal the world we live in
You And For Me
save it for our children
You And For Me
heal the world we live in
You And For Me
save it for our children
You And For Me
heal the world we live in
You And For Me
save it for our children

Good bye, Jacko.. May you rest in peace….