Nasi Itik Gambut & Soto Banjar Bang Amat

Udah lama kayaknya gw gak posting soal makanan. Ya semenjak gw keluar dari kota surga makanan, alias Bandung. Hehe.. Di Samarinda gw gak menemukan makanan unik dan menarik. Nah, kalau di Banjarmasin ini, masih lebih variatif dan unik makanannya, dibanding dgn di Samarinda. Okay, everybody knows about Soto Banjar. Kalau Soto Bandung berkuah kuning, Soto Betawi berkuah santan, Soto Banjar berkuah bening saja. Ada banyak tempat jual soto Banjar disini. Tapi, ada satu tempat yang menjual soto Banjar terenak sejauh ini yg pernah gw rasakan, yaitu Soto Banjar Bang Amat (based on Foursquare application, alamatnya adalah di Jl. Benua Anyar no.56). Restorannya di pinggir sungai gitu, jadi ada view sungai beserta kelotok2 yg kadang lewat, hehehe…

Second, another unique food that I just heard lately since I was in Banjarmasin is Nasi Itik Gambut. Nasi itik adalah nasi dengan lauk daging itik. Sementara Nasi Itik Gambut adalah nasi itik yang terletak di daerah Gambut (hahaha,, kurang ilmiah apa lagi penjelasan gw?). Ada banyak yg jualan nasi itik di daerah gambut, tapi kalau kata teman mekanik gw yg waktu itu mengantarkan gw makan nasi itik, tempat yg menjual nasi itik terenak dan juga harga tidak mahal adalah Nasi Itik Gambut Tenda Biru. Sayang sekali gw lupa di KM berapa itu tempat makannya. Konsepnya unik, seperti fast food aja. Nasi itiknya sudah disediakan banyak dalam bungkus daun pisang. Begitu datang, kita tinggal mengambil nasi itik yg sudah dibungkus2 itu, lalu cari tempat duduk kosong dan makan deh. Penasaran dengan bentuknya? Here are the pics.

Sebelum dibuka

Sesudah Dibuka

Rasanya menurut lidah gw sih oke2 aja. Enak. Tapi gw rasa kok soal penampilan dan penyajiannya masih kurang ya? Cuma nasi dan itik tok. Kadada (read: tidak ada – bahasa banjar) apa-apanya lagi nah. Dikasih lalap kek, or sayuran apa kek, biar lebih bikin segar dan berselera. Memang rata2 orang2 di sini kurang memperhatikan soal tampilan dan penyajian makanan. Padahal kan itu penting. Seperti prinsip gw, DO JUDGE THE BOOK BY ITS COVER. Penampilan or packaging itu penting, karena menyangkut kesan pertama.

Tampaknya masih ada tempat makan dan makanan unik dan enak lainnya di Banjarmasin. Yang unik lainnya, ada Lontong Orari. Yang enak lainnya, ada Ikan Bakar Fauzan dan D’Master. Tiga yg barusan gw sebut belum pernah gw coba, but recommended by other people. Yang udah gw coba lagi antara lain : Bakso Pal 1 (di banjar, pal itu sama artinya dgn kilometer) yg terletak di Jl. Ahmad Yani Km.1 , Nasi Bakar di daerah Kayu Tangi, dan Rumah Makan Kemangi (just tried the Iga Bakar).

Bicara soal makanan dan tempat makan di Banjarmasin, tidak seperti di kota2 di Kaltim (seperti Balikpapan dan Samarinda dan juga Sangatta), harga makanan di sini termasuk dalam kategori murah. Gw makan siang biasa menghabiskan rata2 sekitar Rp 8.000,- hingga Rp 13.000 saja. Begitu juga dgn makanan2 lainnya. Kalau di Samarinda, hmmm seporsi sate ayam dan es teh aja bisa 25ribu rupiah.

Kalo soal makanan ringan, disini ada jagung bakar (banyak di satu jalan tertentu kalau malam, yg gw lupa nama jalannya), batagor bandung jg ada, tahu crispy (seperti tahu brintik tp gak pake mayonaise), pentol, gorengan2 lah jelas standar (tapi disini ada saus khusus gorengan warna coklat yg rasanya sama sekali tidak pedas, lebih ke manis – sehingga gw lebih prefer makan gorengan pake cabe or lombok saja), dan lo jg bakal menemukan banyak gerobak yg menjual keripik singkong di sepanjang jalan apapun di banjarmasin. Kalo soal variasi makanan baik makanan berat maupun ringan, dibanding banjarmasin, samarinda, balikpapan dan jakarta; Bandung lah tetap pemenangnya… Ya nggak? Hehe 😀

Advertisements

Uniquely Balikpapan

Banyak orang salah kira. Masih banyak orang mengira bahwa ibukota kalimantan timur adalah balikpapan, bukan samarinda. Padahal, yg sebenarnya adalah sebaliknya. Ibukota kaltim itu ya samarinda. Kenapa begitu? Karena di balikpapan ada bandara Sepinggan. Di samarinda ada juga bandara sih, tapi hanya untuk penerbangan2 perintis saja. Jadi, kalo mau ke samarinda, ya harus ke balikpapan dulu. Lalu, selain ada bandara, balikpapan juga terletak di pinggir laut. Otomatis, karena ada pelabuhan itu, balikpapan pasti jadi pusat masuknya kapal2 besar dan perdagangan kan.. Ada lagi kenapanya. Balikpapan itu lebih tertata kotanya, dibandingkan dengan Samarinda yg masih kurang tertata menurut saya, tata kotanya. Satu lagi, balikpapan jelas lebih terkenal karena banyak O&G company berpusat di sana, seperti Chevron, TOTAL, Pertamina, Schlumberger, Halliburton, dll. That’s why gw awalnya ngarep banget dapet penempatan di balikpapan.

Yesterday was the second time gw menginjakkan kaki di balikpapan. Daripada gw mati gaya di Samarinda selama weekend, gw memutuskan (atau lebih tepatnya merengek2) utk ikut sama temen gw, kita sebut saja dgn nama Si Toki, yg niat bgt sampe nyewa mobil utk menemui kakaknya. Ada dua hal unik di sana yg gw temukan. Satu, angkutan umumnya. Sama seperti Samarinda, angkot di Balikpapan juga disebut sebagai ‘taksi’. Cuma bedanya dengan taksi di Samarinda, angkot ‘taksi’ di Balikpapan memiliki deretan kursi yang menghadap ke depan (gak ke samping seperti layaknya angkot2 umum di kota lainnya). Yang kedua, soal jalanannya. Ada seorang foreman berkata kepada kami bahwa menyetir paling enak se-Indonesia adalah menyetir di Balikpapan. Dan benar saja, menurut gw dan si Toki, memang paling enak nyetir di Balikpapan, selain karena jalannya tertata rapi dan lebar, jalanannya tuh luruuuuuss doang. Mau ke penangkaran buaya tinggal mengikuti jalan utama yg lurus itu. Lalu, kalau mau beli oleh2 seperti batu2an dan batik kalimantan di Kebun Sayur, tinggal ke arah sebaliknya dan mengikuti jalan utama yang tinggal luruuuus aja, gak belok-belok. Sampe2, karena jalannya yang lurus doang itu, kami menamakannya sebagai Jalan Hanifah, karena Hanifah, which is my name (hehehehe..) itu dalam bahasa Arab memang memiliki arti “yang lurus”, hahahaha…

Tinggal di Balikpapan mungkin lebih mahal daripada tinggal di Samarinda. Tapi, mungkin gw lebih memilih utk tinggal di Balikpapan, karena di sana mall-mall-nya lebih layak disebut sebagai mall, daripada mall-mall di Samarinda. Selain itu, angkutan umum di sana lebih mudah, daripada di sini. Di sana juga ada banyak bioskop (di Samarinda cuma ada 1 bioskop 21, bukan XXI, dengan film2 yg tidak update) yg memutar film2 yg cukup update. Speaking of, gw udah absen nonton di bioskop for 2 months!!!

Untuk urusan oleh-oleh, kalau lagi di Balikpapan, bisa pergi ke daerah Kebun Sayur. Kalau di Samarinda, bisa ke Citra Niaga. Di kedua tempat itu, dijual bermacam-macam kalung dan gelang2 dari batu, kalung Dayak, dan juga kain2 batik khas Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Untung saja kami menyempatkan diri ke Kebun Sayur sebelum ke Samarinda, dan berhasil membawa pulang 3 lembar kain batik KalTim, 2 buah kalung dan 4 buah gelang dari batu2an. Well, nanti pasti gw akan niat cari lagi, sebelum pulang ke Jakarta bulan depan, hohoho… (dasar cewek…).

kalung & gelang batu2an khas Kalimantan

Motif batik khas Kaltim

Menurut gw, kalau baru cuma ke Balikpapan doang, jangan sebut bahwa kalian sudah pernah ke Kalimantan Timur kalau belum melintasi jalur lintas Balikpapan-Samarinda. This is the most favourite part of mine kalau pergi ke Balikpapan dari Samarinda, atau sebaliknya. Selama perjalanan menuju Samarinda dari Balikpapan, kami disuguhi oleh pemandangan hutan di sisi kanan dan kiri kami. Subhanallah 33 kali deh. Beda banget dibandingkan dengan perjalanan luar kota di pulau Jawa. Asli, mata gw jadi seger banget liat yg ijo-ijo. Jalanannya berbelok-belok & naik-turun seru, dengan pepohonan2 tinggi di hutan kanan-kiri kami, dan lancaaaaar bgt jalannya. Pemandangan mulai bagus banget setelah melewati Resto Tahu Sumedang di Km 50. (Eitss,, jangan kaget yaaa… Gw juga heran, masa jauh-jauh ke Kalimantan, kami diberi rekomendasi kuliner oleh orang2 HO utk singgah di Resto Tahu Sumedang di Kalimantan! Ahahahaha,, lucu banget… ). Yang lucunya lagi, kalian akan menemukan plang-plang tulisan unik selama di jalan, seperti “Awas Hewan Liar”, “Awas Pohon Tumbang”, “Awas Kebakaran Hutan” lah, dan lain-lain. Next time melewati jalan itu lagi, gw mau foto-foto. Kalau perlu di depan tulisan “Bukit Soeharto” juga, hehe…

Resto Tahu Sumedang di Kalimantan

Okay, now I’ll recommend two seafood restaurants in Balikpapan that you might try. Kalian bisa ke restoran Kenari atau juga ke The Ocean’s (letaknya di pinggir laut, nice view pokoknya) dimana kalian akan menemukan udang galah segede gaban… hahahaha,, puas, puas deh ngabisinnya…

Favourite Kuliner in Bandung (part 2)

Well,, melanjutkan postingan gw yg pertama sebelumnya beberapa bulan yg lalu (which is this one), ada beberapa tempat lg yg belum gw sebutkan yg menjadi recommended place sebagai tempat kuliner di Bandung…

1. Ayam Purwokerto, letaknya di Dago Atas, di sebelahnya Hotel Sheraton. Seperti biasa, klo suatu tempat makan nyediain sambel enak, pasti gw rekomen. Seperti Ayam Purwokerto ini. Buat gw yg mang seneng ama pedes2, menurut gw sambel disini itu beda dan enak.

2. Igelanca, merupakan salah satu tempat makan yg terletak di Dago Pakar. Jadi, kalau kita kesana, kita juga akan disuguhi oleh pemandangan kota Bandung di malam hari yg indah. Gw akan amat sangat rekomen tempat makan ini ke siapapun. Kelebihan dari tempat makan ini antara lain harganya yg termasuk murah (utk ukuran tempat2 makan yg terletak di Dago Pakar), porsinya yg banyak (piringnya aja segede gaban), dan makanan2 yg berbumbu unik khas dan sangat terasa di lidah. Dua menu yg sudah pernah saya coba antara lain Nasi Goreng BBQ dan Fettucini Smoked Beef. Dua2nya enak bgt. Selain dua menu itu, disana juga ada steak-steak-an spt Chicken Cordon Blue, ada nasi goreng kambing, Ayam Gulung Resep Mama (dgn bumbu Eropanya yg sgt unik), dll. Oiya, kalau kesana jgn lupa bawa jaket, karena kalau mau dapet pemandangannya, harus di luar ruangannya dan disitu biasanya angin malamnya cukup kencang dan dingiiin…

3. Road Cafe. Kalo mau makan steak enak, murah, dan deket selain di Javan Steak, Road Cafe lah pilihannya. Harganya cuma beda dikit (sekitar beda 2000an) dibandingkan dgn Javan Steak. Jadiii,, lumayanlah klo mo ganti suasana jgn di Javan Steak mulu…

4. Cloud 9. Actually this is a cafe. Letaknya di dago pakar. Biasanya sih orang di sana minumnya minuman2 keras gituu.. Tapi ya klo kesana jgn minum minuman kerasnya laah.. hahaha.. Disana ada pizza yg sangat enaaaakkk. Pizza yg paling enak disana harusnya adalah Meatlovers Pizza, cuma waktu itu belom sempet cobain (nyobainnya pizza jenis lain yg jg enak). Lebih enak dari PH sih menurut gw, krn lebih tipis, bukan dari roti gitu. Pemandangan kota Bandung dari Dago Pakar-nya juga dapet.

5. Double Steak. Letaknya di daerah deket Cilaki gitu. Mirip2 seperti road cafe dan javan juga lah jenis2 steaknya. Ada tenderloin, lamb chop, nasi bistik, dll.. Harganya beda2 dikit ama javan, dan menurut perut gw ini,, enaaakkk….

6. Bebek Garang. Pernah didatengin oleh pak bondan. Menu yg dibilang maknyus ama pak bondan adalah bebek debus (klo gak salah ya..). Waktu itu gw pesennya bebek negro bakar. Enak laaahh.. Yg jelas harganya masih lebih murah dibandingkan dgn bebek van java. Enakny disini klo makan rame2an, soalnya tempat ini menyediakan beragam mainan, seperti UNO, scrabble, ludo, ular tangga, halma, dan remi. Jadi sambil nunggu makanan datang, bisa sambil maen deh… Oiya, disini juga bisa nambah nasi sepuasnya, ga kena charge…

7. Bober. Ga tau knapa namanya bober. Lebih ke kafe sih ini tempatnya. Ada live musicnya gitu. Bisa sheesa juga. Makanannya beragam, ada nasi rawon, nasi goreng, sop iga, tongseng, dll.

8. Talago Biru. Hahaha,, tempatnya kecil bgt sih, ini buat anak kosan yg suka keluar cari makan malam. Tapi, ayam bakarnya enak dan sambalnya pedesssss bgt bgt. Siap2 sakit perut kpanasan klo perutnya gak kuat.

9. Sop Kaki depan BCA. Setelah beberapa kali direkomen oleh sang ratu kuliner, Shelly Wijaya (hehe), akhirnya kesampean jg gw kesana. Karena gw ga begitu suka kaki sapi, yaa jadinya gw cuma pesen daging biasa. Enak sih,, tp menurut gw agak mahal, seporsinya sudah ama nasi 16ribu rupiah, heuuu… Sekali-sekali gpp, sering-sering tekor.. Hahahaha

10. Sate Borobudur. Gw bingung klo nyebut tempat makan mana yg jual sate enak. Kalo Sate Anggrek (letaknya di Jalan Anggrek) menurut gw biasa aja. Tapi klo sate borobudur ini, yg letaknya di seberang gereja Maulana Yusuf, bisa gw bilang enak. Tapiiii satu porsi 10 tusuk sate harganya mencapai 25ribu, dan itu banyaaaaaaakk bgt. So, klo mau murah, 1 porsi berdua aja, soalnya percuma bgt, gw ga sanggup waktu itu menghabiskan 10 tusuk sate dgn potongan daging yg gede2 sendirian.

11. Resep Moyang atau kadang ada yg menyingkatnya menjadi ReMo. Tempatnya lumayan cozy. Makanannya banyak yg enak dgn harga yg gak mahal2 amat. Ada bermacam2 lam menunya, ada nasi goreng bakar, nasi timbel, tempe mendoan, pizza tungku, dll.. Liat aj makanan2 yg dikasih tanda bintang di menu, itu yg difavoritkan banyak orang.

Berhubung mungkin gw tidak akan lama lagi meninggalkan kota Bandung ini, gw berniat kuliner ke tempat2 makan baru yg belum gw kunjungi. Tempat2 makan inilah yg pasti akan gw kangen berat sama Bandung… 😦

Pizza Fever

Suatu malam di dalam sebuah kamar kosan yang apik:

RA : eh, tapi gw ga enak sama kaliannya nih, kalian kan pake jilbab soalnya…
HR : mang napa? ga ada yg jilbaban disana?
RA : iyaaa… waktu itu juga si **** pas kesana dia lepas jilbab
HR : haa???
RA : ya gak lepas banget2 sih, tp dy pake kupluk gituuu
AD : ya udah, buka jilbab aja *(edan juga nih anak,,, hahaha)
MG : ah, gw pernah kok liat cewek make jilbab di sana…
RA : serius?? gw ga pernah ngeliat…
MG : pernah kok, adaaa…
HR : gimana nih jadinya, AD? cuek aj lah yaa…
AD : hayuuu laahh….

Kira-kira seperti itu percakapannya…

Dan jadilah kami berempat, empat lansia berduit pas-pasan, berangkat pukul 8.30 malam menuju TKP. Penasaran kami pergi kemana? Ke embassy?? Hahaha,, gila kaliii kita klo beneran kesana saat ituuu… Enggak kok, masa bulan puasa ke embassy?? huahahhaha… Kita pergi ke sebuah kafe yg terletak di wilayah dago atas yg menurut si RA dan si MG yg sudah pernah kesana merupakan tempat yg menyediakan pizza yang sangaaaaaaaaat enaaaaaaak.. Itulah tujuan kami kesana.. Makan PIZZA!!! Nama tempatnya adalah Cloud 9.

Gw sempat tertipu dgn penampakan luarnya. Gw cuma melihat sebuah bangunan satu lantai yg bentuknya kecil. Ternyataa, di dalamnya itu, ada 2 lantai ke bawah. Cukup luas tempatnya ternyata, dan juga semi outdoor. Jadi, kita bisa sambil menikmati pemandangan kota bandung di bawah kami. Tempatnya toh juga remang2, diterangi oleh cahaya-cahaya lilin. Jadi yaa.. ga ngerasa risih juga meskipun apabila yg make jilbab hanya kami berdua. Tapi ternyataaa,, tidak jauh dari tempat kami duduk, ada juga satu cewek yg pake jilbab tuh.. Hehehehe…

Dari sekian jenis pizza yg ada di menu, sebenernya pengen bgt makan MEATLOVERS. Tapii,, krn lg pengen hemat (kami siangnya abis nonton, trus gw buka puasa di Suis Butcher), yg lain jg setuju utk memilih pizza lain yg dgn porsi large harganya lebih murah sekitar 20ribuan. Pesen minum? Haha,, kita yg bingung dan hemat ini (bukan pelit dan kere loh) cuma minum dari aqua botol yg gw bawa dan kami minum scr diam2… hahahahaha…. Sambil menunggu pesanan, kami pun foto-fotoooo..

empat lansia narsis

empat lansia narsis

dua nenek... hahaha

dua nenek... hahaha

Horeee…. pesanan yg ditunggu pun akhirnya datang juga… Mari makaaan…

salami paperroni bla bla bla (lupa nama pizzanya...hahaha)

salami paperroni bla bla bla (lupa nama pizzanya...)

makan2 makan 1

Kenyaaaannnggg… asli kenyang,, satu orang dapet 2 slices… Dan hmm,, bener banget,,, pizza nya enak abizzz, TOP BGT… Sangat lebih enak daripada pizza hut yg lebih tebal. Entah kapan bisa kesana lagi, yg jelas kami berencana kesana lagi. MEATLOVERS, here we coommeee….

Jajan di Festival Jajanan Bango

Sabtu, 11 Juli 2009, untuk pertama kalinya gw pergi ke lapangan Tegalega di Bandung, dalam rangka : 1. memenuhi ajakan teman karena ada festival jajanan Bango, 2. bosen juga seharian di kosan, 3. pengen makan sesuatu yg baru.

Berangkat dijemput Martha yg baik hati dan siap peta di tangan (karena ga ada yg tau dimana lapangan Tegalega itu) pukul 7.30 malam. Untung perut ini baru diisi makan siang pukul 3 sore tadi (gini nih, klo ga ngampus) jadi belom gitu laper. Kita seharusnya bisa sampai jam 8 malam di sana kalau saja tidak harus menjemput seseorang (yg rumahnya juga kita tidak tahu) dan kalau bukan malam minggu yg ramai tenan di Bandung ini. Jadilah, setelah muter-muter nyari pintu gerbang di jalanan yg amat sangat ramai dipenuhi oleh mobil2 berplat B, dan akhirnya dapet parkir juga, kami pun udah ga sabar menuju tempat stand2 makanan itu berkumpul.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8.45 (kira2, apa udah jam 9 ya? saking lapernya, udah ga mikirin jam). Di bagian tengah lapangan, dari kejauhan sudah terlihat kumpulan stand berwarna putih. Perut bunyi, bibir ngeces. Hahahaha….

Risikonya ikutan festival gini malem2 adalah stand2 makanan yg terkenal enak pasti udah pada habis duluan, terlihat dari stand nya yg sudah kosong. Secara acaranya berakhir jam 10 malam. Banyak banget standnya sampe bingung milih mana. Ada stand Iga Bakar Jangkung (tapi udah habis dan kosong, ya iyyalaahh), stand Kupat Tahu Gempol (penasaran pengen nyoba, secara sering muncul di TV, tapi masa laper2 malem gini makannya kupat tahu?), Ayam Bakar Taliwang, RM Laksana, Seafood HDL Cilaki (tapi harganya mahal2), Batagor Elizabeth, Otak-otak Bakar Bu Le (gimana sih tulisannya?), Warung Lela, dan masih banyak lagi lah. Ada stand yg menjual Ayam Kodok. Penasaran, pengen nyoba, tapi pas liat harganya, jadi nyari stand lain ajah (satu porsinya 80ribu, bo’, alamak!). Muter-muter ga jelas, gw pun memutuskan pengen beli ayam bakar Taliwang aja (emang lagi pengen berasa yg pedas dan manis). Kalo paketan (ayam bakar, nasi, plecit kangkung / urap, tahu, tempe) harganya Rp25.000. Tapi, gw cuma pengen ayam bakar, nasi, dan tahu doank. Gw pikir klo ga pake plecit kangkung itu harganya jadi Rp 20.000 lah kira2, tapiii ternyata gw cuma perlu bayar Rp12.000 saja. Sementara Acid beli yg paket, ya harus bayar Rp 25.000. Gw ma Acid ngerasa ada yg aneh. Masa ga pake sayur harganya beda 13ribu??? Udah gitu, paha ayamnya kecil pula, kurus. Ayam paan nih? Tapi, ya untung rasanya memang enak.

Yang lain, si Martha beli Nasi Bakar Halilintar, Sahat beli Nasi Tim Ayam (dilengkapi baso berbentuk hati), Didi beli Sop Kaki Kambing. Selama kami makan, di panggung ada Krisdayanti yg sedang nyanyi dan juga band-band lainnya. Selesai makan, acara malam mingguan rame2 itu kami tutup dengan foto-foto!

bango1

bango2

Pas lagi foto2, tiba2 mendengar suara orang manggil nama gw. Gw pun berputar, dan ternyata yang manggil gw adalah Desis, teman SMA gw. Seneng bisa ketemu orang disana, hehe.. Bisa dimanfaatin juga buat juru foto kami 2 kali (hahahaha…). Waktu sudah menunjukkan lewat kira2 pukul 10.30 malam ketika kami memutuskan untuk berpisah. Panggung sudah kosong, para penjaga stand sedang beres-beres.

Makasih, Ta, udah ngajak kesana. Kalo mo makan2 enak lagi, ajak2 lagi yaaa… hehehehehe…

New Jajanan Unik di Bandung

Bandung memang kota yang memiliki jajanan unik yg banyak, yg jarang bisa ditemukan di kota2 lain (salah satu dari sekian banyak alasan saya cinta Bandung). Sebut saja lumpia basah, es shanghai, martabak bolu, batagor kuah dan masih banyak lagi, sodara-sodara. Selama ini yang saya sering beli adalah pisang karamel (yg di gerbang belakang ITB dan dekat Sabuga) dan pisang pontianak (pisang kremes berbagai rasa).

Nah, akhir2 ini, saya mendengar nama2 jajanan baru yg lagi nge-trend di Bandung. Apakah itu?

1. Tahu Brintik
Ga kebayang kan apa itu tahu brintik? Jadi, tahu brintik itu adalah tahu Sumedang yang digoreng dengan tepung, lalu dikasih mayonaise dan saus tomat (hmm kurang tau y sebenernya itu saus apa, yg jelas sausnya pedas & manis gitu). Biasanya selain tahu brintik, penjual juga menjual tahu stick mayo (tahu digoreng tepung juga,tapi berbentuk seperti balok panjang menyerupai stick lalu diberi bumbu rempah, mayonaise, dan saus tomat), tahu kribo, tahu botak (karena bentuknya bulat seperti bola, lucu kan?). Harganya sangat terjangkau (terutama untuk anak kosan macam saya) dan mengenyangkan. Spot yg saya tahu yaitu di depan gerbang SR ITB dan Gramedia.

Tahu Brintik

Tahu Brintik

Tahu Stick Mayo

Tahu Stick Mayo

2. Jamur Crispy
Ya, seperti halnya tahu brintik, jamur crispy ini digoreng juga pake tepung. Biasanya klo mau beli jamur crispy ini harus ke daerah (pasar) Kings dulu, tapi sekarang makin banyak yg jual, dan di belakang ITB udah ada tuh. Rasanya bermacam-macam juga lho. Hmmm.. gurih dan enaaak…

Jamur Crispy

Jamur Crispy

3. Es Pisang Ijo
Es Pisang Ijo aslinya berasal dari Makassar. Saya baru coba sekali di Cisitu kemarin. Bahan utamanya adalah pisang yang dipotong2 dan diselimuti oleh semacam adonan tepung gitu berwarna hijau. Kamudian, diberi es batu, baluran vla coklat atau vanila atau strawberry (de el el), kacang, dan meses. Saya dan teman2 saya cuma suka yg rasa coklat, yg paling enak.

Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo

4. Kentang Arab
Entah kenapa sekarang cemilan jadi serba crispy semua. Seperti yg satu ini, kentang yang (again) digoreng menggunakan tepung. Nah, yg ini jujur, saya belum pernah nyoba. Tapi akhir2 ini banyak anak yg suka dan recommend. Hmm.. knapa disebut kentang Arab? Bisa nebak karena apa? Apakah….
A. karena yg jual selalu orang Arab,
B. karena kentangnya diimpor langsung dari Arab,
C. karena gerobaknya dari Arab,
D. karena digoreng pake minyak goreng dari Arab.

Mau tau jawabannya?? Kita tanyaaa penjualnya. Hahaha, karena saya blom pernah nyoba jadi ya tidak tahu… 🙂

Jajanan-jajanan khas seperti inilah yg pasti akan saya kangeni jika saya meninggalkan Bandung suatu saat nanti. Jadi, sebelum saya meninggalkan Bandung, saya berniat mencari tahu jajanan2 apa lagi yg unik ada di Bandung yg bisa saya makan. Selamat jajan! 🙂

CATATAN PENTING: Walaupun rasanya enak, beli jajanan2 seperti ini tetap butuh kewaspadaan kita. Terutama bgt untuk yg jajanan gorengan. Perlu dilihat apakah minyaknya berwarna bening atau coklat kehitaman gitu. Karena akhir2 ini banyak penjual gorengan yang ”terlalu kreatif” turut memasukkan bahan plastik ke dalam wajan supaya renyahnya awet. Iya,memang terasa enak sekarang, tapi sekaratnya nanti klo udah tua. Jadi, tetap harus jajan yang sehat yaaaaa… (udah kya ibu2 lagi nasihatin anaknya,, hwehehehe).

Credits : thanx to Shelly-yang-sedang-gemar-jajan, si ratu kuliner, yg telah mengenalkan saya pada berbagai macam makanan di Bandung ini.. hehehe…

Favourite Kuliner at Bandung

Well,, sebenernya gw bukan termasuk orang yang sering banget wisata kuliner, ke tempat makan sini hari ini trus ke tempat makan berikutnya besoknya, hehe. Tapi, yaah selama 3,5 tahun eksistensi gw di Bandung (hahah) gw cukup tau lah beberapa tempat makan terenak (menurut perut gw) yang ada disini (maksudnya daerah Bandung utara of course, yang deket2 ITB ajah). Jadi, inilah daftar tempat2 makan favorit gw yang ada di Bandung. Gw bikin daftar ini lebih untuk menjadi reminder gw terhadap Bandung, secara gw tinggal 6 bulan lagi menikmati masa kuliah (amiin). FYI, seperti yang sudah gw blg sebelumnya pengalaman kuliner gw tidak begitu banyak, jadi klo ada tempat makan enak tapi gak gw sebutin, berarti karena gw blom pernah ke tempat situ, huehuehue…

1. Iga Bakar Jangkung Cipaganti, jelas gw suka sekali iga bakarnya yg disajikan panas2 itu (hmm…T-O-P B-G-T)

2. Bebek Van Java, bebek dan sambelnya yang pedes (banget) itu loh yang bikin gw selalu ngiler membayangkannya…

3. Javanese Steak (bener ga sih gw nulisnya?), steak enak dengan harga murah terjangkau untuk mahasiswa dan anak kosan, hahahah..

4. Clemmons, terutama yang di daerah Mambo dan Sentra Kampus, karena porsi steak ayamnya bener2 kelewatan (ngeliat aj udah bikin kenyang)

5. Colombo, menu favorit adalah nasi uduk dan ayam bakar

6. Warung Cemar, my fave adalah jelas gulainya, plus parunya juga enak

7. Bebek Borromeus, udah bebek, enak, murah lagi, mahasiswa banget dah!

8. Tamansari 21, klo disini, gw senengnya ama sambelnya (klo makan ayam bakar / goreng) yang menurut gw enak banget

9. Ayam Cobek Cisitu, gw lupa nama resmi tempatnya, pokoknya yang di pengkolan Cisitu itu

10. Serabi Mini di Setiabudi (seberang Enhai), gw ga gitu tau tempatnya persisnya dimana (coz katanya ada 2 yg jual serabi di daerah situ) secara baru 1 kali, hehe

11. Es Krim Goreng samping Bebek Van Java, this is the only place that I ever visited which sells es krim goreng, yang menurut gw es krim gorengnya emang enak (awalnya ga percaya gitu masa ada sih es krim tapi digoreng?? Hahahah..)

12. Madtari, secara banyak keju disini, gimana gak suka?

13. Bubur Mang Oyo, gw cuma suka bubur di Bandung (klo yang di Jakarta, pake kuah kuning gitu, gw ga suka) dan menurut gw bubur Mang Oyo mang enak dan kentalnya juga pas. Ini adalah terutama menu gw (menu teraman) klo lagi sakit diare, abis bingung klo diare harus makan apaan.

14. Kantin Borju ITB, semenjak kantin tambang ditiadakan, inilah kantin favorit gw di kampus, hehehehe… suka ama jamur goreng (jareng) – nya, ha9)

Jadiii, klo ada yang ngajak gw ke tempat2 di atas itu, gw pasti gak sanggup untuk menolak. Ada juga beberapa tempat makan yang katanya enak, berdasarkan sumber terpercaya yaitu Shelly (si ratu kuliner yang sudah menjelajahi segala macem tempat makan), seperti Nasi Goreng Kambing di Asia Afrika, Sop Kaki di deket Madtari (lupa nama tempat dan daerahnya), dan beberapa tempat makan di Ciumbeuleuit (susurin aj sepanjang daerah ini, banyak makanan enak, tapi sayang gw jarang ke daerah itu, jadi ga gitu tau persisnya tempat makan yang mana, hehehe). Other recommended places (yaitu tempat2 makan enak juga yang patut dicoba, walaupun bukan termasuk favorit gw, tapi sangat mungkin merupakan favorit orang lain) :

1. Mie Jawa (Dipati Ukur)

2. Gampoeng Aceh

3. Warung Nasi Ampera (warung bukan sih namanya??)

4. Warung Steak & Shake (mirip seperti Javanese Steak, tapi sedikit lebih mahal, that’s why I choose Javanese Steak, dasar otak anak kosan)

5. MCCF (lupa singkatannya apaan, CF yg terakhir klo gak salah adalah ‘Chinese Food’ ya?)

6. Botram

7. Bebek Darmo (klo ga salah gitu y namanya, yang deket taman lalu lintas lah pokoknya)

8. Nasi Goreng Solo Balubur (menurut lidah gw sih enaknya biasa aja, tapi banyak orang recommend tempat ini, mungkin karena porsinya yang sangat wah dengan harga murah kali yaaa…hmm..)

Mohon maaf sebesar2nya klo ada kesalahan penulisan, heheheh…